Home CAKRAWALA Presiden Jokowi: Tahun Politik Pandai-pandailah Memilih Pemimpin Lihat Rekam Jejaknya

Presiden Jokowi: Tahun Politik Pandai-pandailah Memilih Pemimpin Lihat Rekam Jejaknya

Komentar Dinonaktifkan pada Presiden Jokowi: Tahun Politik Pandai-pandailah Memilih Pemimpin Lihat Rekam Jejaknya
0
33

BOGOR, Jangan sampai masyarakat termakan dengan berita bohong dan informasi yang tidak benar mengenai sosok pemimpin yang akan dipilih.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Presiden Joko Widodo mengajak kepada seluruh santri yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) untuk aktif menyampaikan kebenaran kepada masyarakat dan meredam hoax yang sangat merugikan bagi keutuhan kesatuan dan persatuan bangsa.

Jokowi, nama panggilan Joko Widodo mengimbau, di tahun politik nanti agar masyarakat untuk pintar dalam memilih pemimpin. Jangan sampai masyarakat termakan dengan berita bohong dan informasi yang tidak benar mengenai sosok pemimpin yang akan dipilih.

“Tahun ini adalah memasuki tahun politik, tahun depan tahun politk. Kita harus mengajak masyarakat untuk masuk dalam tahun politik, pandai-pandai memilih pemimpin. Berikan informasi yang benar kepada masyarakat, tetangga kita, saudara, teman kita, tetangga sebelah kampung, teman satu daerah, beri informasi yang benar. Sampaikan fakta-fakta, sampaikan bukti-bukti yang ada,” kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya, jangan sampai masyarakat malah mengabarkan berita bohong, terutama di media sosial. Kerena itu, lanjutnya, persatuan bangsa harus terus dijaga.

“Jangan sampai kita mengabarkan berita bohong, hoax, terutama di media sosial. Inilah yang harus kita jaga,” katanya.

Dalam memilih pemimpin, lanjutnya, masyarakat harus jeli betul, terutama terkait rekam jejak calon pemimpin yang mau dipilih. Menurutnya, jangan sampai masyarakat mudah dihasut dan terpecah belah.

“Dalam memilih pemimpin, sampaikan pada teman-teman kita, dilihat rekam jejaknya seperti apa, dilihat track-recordnya seperti apa, prestasinya apa, kinerjanya seperti apa, jangan sampai masyarakat mudah dihasut, diberi kabar yang tidak betul, informasi yang tidak benar, fakta yang tidak betul,” kata Jokowi.

Negara memberikan kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, tapi harus diingat ada batas-batasnya.

“Ada tata krama, sopan-santun, ada etikanya. Jangan sampai kita diberikan kebebasan kemudian kita gampang mencela orang lain. Diberi kebebasan gampang mencemooh orang lain. Itu bukan nilai Islami yang diajarkan Rasulullah kepada kita,” imbuh Jokowi.

Menurutnya, masyarakat untuk selalu berpikiran baik dan penuh kecintaan. Hal itu lah yang akan membuat Indonesia semakin besar.

“Dengan berprasangka yang baik, inilah yang akan menjadikan bangsa ini besar, kuat,” katanya.

Karena itu, dikatakan Jokowi, Indonesia patut bersyukur dengan persatuan yang dimiliki, yang terus dijaga sampai saat ini. Dengan ideologi negara Pancasila sudah selayaknya menjaga persaudaraan diantara masyarakat satu dengan yang lain, dan menghargai perbedaan yang ada. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Demi Kembalikan Kerugian Rp 4,4 T, Kejagung Incar Aset Keluarga Cendana

JAKARTA – Jaksa Agung RI M Prasetyo  menyatakan, pihaknya selaku Jaksa Pengacara Neg…