Home CAKRAWALA Presiden Jokowi: Pilihan Berbeda Jangan Kita Terpecah

Presiden Jokowi: Pilihan Berbeda Jangan Kita Terpecah

Komentar Dinonaktifkan pada Presiden Jokowi: Pilihan Berbeda Jangan Kita Terpecah
0
30

BOGOR, Presiden Jokowi mengatakan, perbedaan ini tidak dihormati maka akan rugi besar bangsa bagi Indonesia sebagai negara.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan tentang pentingnya menjaga persatuan, jangan sampai terpecah karena perbedaan pilihan politik. Hal itu dikemukakan dihadapn santri yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7/2018).

Di hadapan ribuan ulama muda tersebut, Jokowi mengingatkan soal besarnya negara Indonesia yang memiliki berbagai agama, suku, dan bahasa daerah. Perbedaan tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus terus dijaga

“Penduduk kita sekarang ini ada 263 juta jiwa. Kita memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah. Inilah anugerah yang diberikan Allah SWT kepada bangsa kita Indonesia. Kita ini berbeda-beda, beragam, beda suku, agama, bahasa daerah, adat, tradisi,” kata.

Jokowi juga mengatakan perbedaan tersebut merupakan aset bangsa yang harus terus dirawat, dam masyarakat tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.

“Karena aset besar bangsa Indonesia adalah persaudaraan, kerukunan, persatuan. Karena kita memang diberikan anugerah oleh Allah SWT berbeda-beda, beragam, majemuk. Inilah yang banyak dikagumi oleh negara lain, terutama negara Islam. Betapa meski kita berbeda-beda adat, suku, tradisi, agama, tapi Indonesia tetap rukun, bersatu, hidup berdampingan. Inilah yang saya titip harus terus kita jaga,” jelasnya.

Jokowi juga mengingatkan Indonesia saat ini tengah memasuki tahun politik. Pasalnya, pada 2019, rangkaian pemilu, termasuk Pilpres, akan dilaksanakan.

Jokowi mengingatkan masyarakat agar menghargai setiap pilihan politik masing-masing. Jangan sampai perbedaan pilihan, termasuk pilihan Presiden RI, membuat masyarakat menjadi terpecah.

Presiden mengingatkan, jangan sampai beda pilihan dalam memilih bupati, wali kota, gubernur, presiden menjadikan kita tidak rukun, tidak bersatu, tidak seperti saudara sebangsa dan setanah air.

Menurutnya, jika perbedaan ini tidak dihormati maka akan rugi besar bangsa bagi Indonesia sebagai negara.

“Ke depan kita akan menghadapi tantangan yang besar, persaingan global, kompetisi global sudah ada di depan mata kita. Wong kita bersatu saja belum tentu bisa memenangkan kompetisi, apalagi kita tidak bersatu padu,” ujarnya. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Demi Kembalikan Kerugian Rp 4,4 T, Kejagung Incar Aset Keluarga Cendana

JAKARTA – Jaksa Agung RI M Prasetyo  menyatakan, pihaknya selaku Jaksa Pengacara Neg…