Home CAKRAWALA Din Syamsyudin: Bisa Memicu Perpecahan, Capres Jangan Politisir Islam

Din Syamsyudin: Bisa Memicu Perpecahan, Capres Jangan Politisir Islam

Komentar Dinonaktifkan pada Din Syamsyudin: Bisa Memicu Perpecahan, Capres Jangan Politisir Islam
0
76

JAKARTA, Islam ajaran yang begitu mulia sangat tidak tepat dimanfaatkan untuk tujuan yang duaniwi.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Tokoh Islam Muhammadiyah yang juga Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, melarang Muslim memolitisir ajaran agamanya sendiri.

Din yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyampaikan, ajaran yang begitu mulia sangatlah tidak tepat dimanfaatkan untuk tujuan duniawi.

Din menegaskan agar calon presiden tak lagi menggunakan klaim mengantongi dukungan dari ulama untuk menarik perhatian calon pemilih. Sebab, kata dia, hal ini bisa memicu perpecahan.

“Menurut saya hal-hal seperti itu sebaiknya dihindari. Ini menjadi tidak baik bagi kebersamaan umat Islam. Kita jangan terjebak klaim-klaiman yang akhirnya memecah belah di antara kita,” papar Din.

Menurut Din, dalam permainan politik klaim-klaiman sering terjadi. Dia pun mengingatkan untuk berhati-hati, apalagi klaim mengatasnamakan umat Islam.

Dia menerangkan, berdasarkan hasil coretannya, dari 200 juta lebih umat Islam Indonesia, hanya setengahnya yang bergabung dengan Ormas Islam. Sementara setengahnya tidak bergabung.

“Menjadi salah kalau (ajaran Islam digunakan secara) tidak proporsional, kita menjadikan agama sebagai instrumen belaka, untuk menyampaikan aspirasi politik kita,” ujar Din di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Jakarta, Selasa, (10/7/2018).

Berdasarkan Alquran, lanjut Din, berpolitik sejatinya merupakan aktivitas Muslim yang diatur. Meski demikian hal itu bukan berarti pemanfaatan ajaran agama untuk meraih simpati sebanyak-banyaknya dari masyarakat sehingga mereka menyalurkan suaranya kepada kandidat tertentu di Pemilu.

“Kalau umat Islam, seperti diajarkan Alquran, mengaitkan politik dan agama, dan sebaliknya, merupakan sesuatu yang sah, itu bukan politisasi,” ujar Din.

Din menyampaikan, penggunaan ajaran Islam yang tepat untuk kegiatan politik hanya sebatas panduan bagi para politikus serta pemimpin, dalam berbuat serta melaksanakan tugas-tugas mereka.

“Jadi silakan kaitkan Islam dan politik pada tingkat etika dan moral, pada tingkat hakikat, esensi,” ujar Din. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Pembakaran Bendera Ekspresi Nasionalisme yang Keliru

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid, dengan alasan apapun, terma…