Home CAKRAWALA POLITIK Permohonan Gugatan Presidential Threshold Harus Diperbaiki

Permohonan Gugatan Presidential Threshold Harus Diperbaiki

Komentar Dinonaktifkan pada Permohonan Gugatan Presidential Threshold Harus Diperbaiki
0
101

JAKARTA – Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan materi dari pengajuan Judicial Review (JR) Presidential Threshold (PT) Pilpres 2019 belum rinci. Maka majelis meminta pemohon harus terlebih dahulu memperbaiki materi gugatannya.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Hakim Mahkamah Konstitusi, Saldi Isra dalam sidang di gedung MK, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018) siang mengatakan, “Para pemohon belum menguraikan secara rinci hak konstitusional pemohon, baru penekanan pada (kata) kebohongan”.

Saldi menuturkan pihaknya akan mengkaji kembali materi JR tersebut. Selain itu, para pemohon diberikan waktu 14 hari untuk memperbaiki materi tersebut.

“Semua argumentasi yang sudah tertulis dengan baik dan akan kami telaah. Pemohon diberi waktu paling lama 14 hari (untuk memperbaiki materi), Senin 23 Juli 2018 batas pengumpulannya,” kata Saldi.

Sebagaimana diketahui Judicial Review tersebut diajukan oleh lima orang yang mengaku mewakili suara rakyat Indonesia. Mereka adalah Effendi Gazali, Reza Indragiri Amriel, Ahmad Wali Radhi, Khoe Seng Seng, dan Usman.

Poin penting yang disampaikan oleh pemohon berkaitan dengan pasal 222 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang berbunyi:
Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR.

Para pemohon meminta agar pasal tersebut dilakukan uji materi karena sarat akan pembohongan pada Pemilu 2014 dan juga bertentangan dengan Pancasila. [celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Bukti Demokrat Solid, SBY akan Jadi Jurkam Prabowo-Sandi

JAKARTA, “Penegasan Pak Prabowo bahwa Demokrat, Pak SBY, dan AHY bagian utuh dari ti…