Home CAKRAWALA MANCANEGARA Tewaskan 130 Orang Teroris Perancis Meniru Propaganda ISIS

Tewaskan 130 Orang Teroris Perancis Meniru Propaganda ISIS

Komentar Dinonaktifkan pada Tewaskan 130 Orang Teroris Perancis Meniru Propaganda ISIS
0
113

PARIS, Abdeslam, pelaku serangan teroris pada 2015 meniru gaya teroris ISIS, mengklaim yang terjadi di Paris adalah dirinya yang bertanggungjawab, dan tidak mau berbicara kepada para pihak polisi.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Tersangka pelaku serangan teror di Paris, Prancis tahun 2015, Salah Abdeslam buka suara dan mengeluarkan pernyataan yang membenarkan tindakannya menewaskan 130 orang dalam serangan tersebut.  Apa yang dilakukan Abdeslam merupakan tindakan yang langka.

Atas perbuatannya Abdeslam ditahan di Prancis atas serangan pada November 2015 tersebut, menolak berbicara kepada penyidik sejak penangkapannya, lima bulan setelah serangan Paris tersebut. Namun pada Kamis (28/6/2018) waktu setempat, Abdeslam menyampaikan statemen yang menirukan propaganda kelompok ISIS, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan Paris tersebut.

“Kami tidak menyerang Anda karena Anda makan babi, Anda minum anggur atau Anda mendengarkan musik, namun muslim membela diri mereka terhadap orang-orang yang menyerang kami,” tutur Abdeslam seperti diberitakan radio RTL dan France Inter, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (30/6/2018).

“Letakkan kemarahan Anda ke satu sisi dan pikirkan hal itu beberapa menit,” ujar Abdeslam mengenai para korban tewas dan luka-luka.

lebih lanjut kata Abdeslam, “Anda menderita akibat kesalahan-kesalahan yang dibuat para pemimpin Anda,”.

Atas perbuatannya, April 2018, pengadilan Belgia menjatuhkan vonis penjara 20 tahun pada Abdeslam atas baku tembak dengan polisi di Brussels, Belgia. Baku tembak itu menyebabkan tiga polisi terluka dan seorang tersangka teroris tewas. Dia ditangkap beberapa hari kemudian di kawasan pemukiman bermasalah, Molenbeek, di pinggiran ibukota Belgia.

Setelah vonis pengadilan Belgia tersebut, Abdeslam pun diserahkan kepada otoritas Prancis untuk diadili atas perannya dalam serangan Paris. Selama dalam tahanan, Abdeslam menolak untuk berbicara kepada penyidik. Ia diawasi 24 jam oleh kamera video di penjara Fleury-Merogis dekat Paris. Persidangan kasusnya akan mulai digelar pengadilan Prancis pada tahun 2019 mendatang. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Mahathir Mohammad: LGBT dan Pernikahan Sejenis Tidak Bisa Diterima di Malaysia

JAKARTA, Pernikahan pria dan pria, atau wanita atau wanita di Malaysia itu bukan keluarga.…