Home CAKRAWALA MANCANEGARA Pemilu Turki, Erdogan Masih Unggul Sementara

Pemilu Turki, Erdogan Masih Unggul Sementara

Komentar Dinonaktifkan pada Pemilu Turki, Erdogan Masih Unggul Sementara
0
80

ISTANBUL, Erdogan membutuhkan lebih dari 50 persen untuk bisa kembali menjadi Presiden Turki. Erdogan memutuskan untuk mempercepat penyelenggaraan Pemilu dari November 2019 ke 24 Juni 2018, hal itu dilakukan Erdogan karena mempertimbangkan antara lain mata uang Lira yang terus merosot. Sejak awal 2018, nilai Lira merosot hingga 20 persem terhadap dollar AS.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Dari perhitungan sementara, Recep Tayyip Erdogan memimpin perolehan suara di penghitungan sementara Pemilu Turki. Dilansir Reuters, Senin (25/6/2018) Erdogan memperoleh suara sebesar 58,76 persen.

Sementara, Saingan terdekatnya yakni Muharrem Ince dari Partai Rakyat Republik sekuler (CHP) yang mendapatkan suara sebesar 26,87 persen.

Sementara di posisi selanjutnya ada Meral Aksener dari Partai Goodis nasionalis yang mendapatkan 7,69 persen suara dan Selahattin Demirtas dari Partai Demokrasi Rakyat (HDP) yang pro-Kurdi mendapatkan 5,56 persen suara.

Erdogan membutuhkan lebih dari 50 persen untuk bisa kembali menjadi Presiden Turki. Ada dua orang capres lagi yang ikut berkontestasi yakni Temel Karamollaoglu dan Dogu Perincek.

Pemilu Turki digelar Minggu (24/6/2018), dan penghitungan suara saat ini masih berlangsung.

Total ada 59,39 juta pemilih yang terdaftar dalam pemilu tahun ini. Jumlah itu termasuk 3,047 juta pemilih di luar negeri. Sebanyak 180.065 kotak suara telah disebar ke 81 provinsi di Turki. Sedangkan total 3.160 kotak suara disediakan di sekitar 123 misi diplomatik Turki di sebanyak 51 negara.

Erdogan memutuskan untuk mempercepat penyelenggaraan Pemilu dari November 2019 ke 24 Juni 2018, hal itu dilakukan Erdogan karena mempertimbangkan antara lain mata uang Lira yang terus merosot. Sejak awal 2018, nilai Lira merosot hingga 20 persem terhadap dollar AS.

Penurunan nilai tukar Lira ini merupakan yang terbesar sejak Erdogan berkuasa pada 2002. Nilai tukar Lira yang anjlok dianggap sebagai terpuruknya ekonomi Turki.

Padahal, salah satu kebanggaan Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sejak berkuasa pada 2002 adalah keberhasilan membangun ekonomi sehingga pendapatan per kapita penduduk Turki mencapai 11.000 dollar AS. Turki juga masuk dalam 20 kekuatan ekonomi terbesar di dunia atau G-20. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Rouhani Ancam Trump Jangan Macam-macam dengan Iran

TEHRAN, “Jangan bermain dengan api, atau Anda akan menyesal,” tegas Presiden I…