Home KOTA KOTA MANADO PEMKOT MANADO Rotinsulu: Holland Village Tidak Punya IMB, Kami Tidak Pernah Hambat Izinnya!

Rotinsulu: Holland Village Tidak Punya IMB, Kami Tidak Pernah Hambat Izinnya!

Komentar Dinonaktifkan pada Rotinsulu: Holland Village Tidak Punya IMB, Kami Tidak Pernah Hambat Izinnya!
0
788

MANADO, Pemerintah kota Manado melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kadis PMPTSP), Jimmy Rotinsulu membantah keras tudingan Holland Village Manado (HVM) milik Lippo Group terkait proses perizinan yang terlambat.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Isi surat yang ditandatangani CEO Holland Village Manado (HVM), Ketut Budi Widjaja, yang ditujukan ke ratusan konsumennya, di nilai beberapa kalangan terkesan memojokan Pemerintah Kota Manado.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kadis PMPTSP), Jimmy Rotinsulu saat dikonfirmasi Celebesnews hanya tertawa ringan.

“Polemik saat ini adalah masalah manajemen HVM dengan konsumennya. Domain kami Pemerintah Kota Manado hanya terkait regulasi. Jika pihak manajemen HVM telah memenuhi segala administrasi yang dipersyaratkan Undang-undang dan Peraturan Daerah, kami langsung mengeluarkan izinnya. Kami tidak menghambat. Coba lihat, hingga kemarin HVM sendiri sudah melakukan pembangunan, walau belum memiliki izin,” jelas Rotinsulu, Jumat (22/06/2018).

Rotinsulu menjelaskan, saat ini pihak HVM belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). HVM juga belum memperoleh rekomendasi dari Balai Sungai. “Saat ini HVM tengah merevisi IPPTnya, karena terjadi perubahan gambar. Tapi revisi ini pun tidak bisa di proses karena rekomendasi dari Balai Sungai belum ada. Jadi tidak benar kalau Pemkot Manado menghambat proses izin HVM. Semua kembali ke pihak HVM. Kami sudah menyampaikan langsung ke manajemen HVM dan sudah meninjau lokasi juga,” kunci Rotinsulu.

Menurut konsumen HVM, surat jawaban ke konsumen yang ditandatangani CEO Holland Village Manado (HVM), Ketut Budi Widjaja, kembali membohongi konsumennya. Salah satu poin dalam menyebutkan proses perizinan yang terlambat menjadi salah satu sebab terlambatnya pembangunan rumah milik konsumen.

Pada poin 7 ditulis, Pemimpin HVM sangat menyesalkan bahwa pembangunan di HVM mengalami keterlambatan karena proses perizinan yang terlambat dan lebih penting lagi kesulitan mendapatkan dan memastikan prestasi sub-kontraktor. Ternyata sekaligus membangun hampir 500 rumah pada saat yang sama menjadi tantangan yang sangat berat. Tentunya hal ini membawa kecewaan yang besar kepada semua pihak, termasuk pimpinan HVM sendiri. Namun terus diupayakan dan bisa teratasi. HVM sangat apresiasi atas pengertian, kesabaran dan dukungan yang diberikan.

Sebelumnya, pada poin 6 dan 8, manajemen juga terkesan membohongi konsumennya dengan menulis pada poin 6 ; Per Bulan Mei 2018, pengembangan HVM terdiri dari: : Total 367 unit pembangunan. Total 90 unit sudah serah terima. 24 unit akan diserah-terimakan sebelum Lebaran. Total 157 unit sedang dalam pembangunan dengan jadwal serah terima antara September 2018 sampai dengan Januari 2019. Total 96 unit yang menghadapi masalah teknis dan kegagalan sub-kontraktor namun yang segera akan dimulai pembangunan dan yang akan diserah-terimakan antara Desember 2018 sampai dengan Maret 2019.

Pada poin 8 ditulis ; Atas unit-unit yang mengalami keterlambatan penyerahan, akan diperhitungkan penalti keterlambatan sesuai perjanjian dan diselesaikan saat serah terima.

Pernyataan poin 6 dan 8 sangat berbeda dengan janji yang disampaikan Presiden Komisaris Lippo Group, Theo Sambuaga saat pertemuan Rabu (23/05/2018) di Aryaduta Hotel Manado. Saat itu Sambuaga berjanji akan membayar penalti keterlambatan pada 1 Juli 2018. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Kelola Sampah, Pemerintah Pusat Bantu Pemkot Manado Bangun TPS-3R

DENPASAR, Pemerintah Kota Manado mendapat bantuan pembangunan TPS-3R dan SANIMAS dari Peme…