Home CAKRAWALA Keluar dari Gerindra, Nuruzzaman Menolak Ditawari Masuk Partai Lain

Keluar dari Gerindra, Nuruzzaman Menolak Ditawari Masuk Partai Lain

Komentar Dinonaktifkan pada Keluar dari Gerindra, Nuruzzaman Menolak Ditawari Masuk Partai Lain
0
227

JAKARTA,”Setelah saya mengundurkan diri dari partai Gerindra, saya juga berteman dengan banyak teman dari partai lain, memang beberapa teman dari partai lain menawari saya, tetapi, saya bilang saya mau istirahat dulu, mau hikmat dulu di Anshor dan Banser,”ujar Nuruzzaman.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Seusai keluar dari Partai Gerindra dan meletakan jabatan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman mengaku ditawari banyak partai untuk bergabung. Namun, Nuruzzaman menolaknya, lantaran akan memilih fokus di Nahdlatul Ulama (NU).

“Setelah saya mengundurkan diri dari partai Gerindra, saya juga berteman dengan banyak teman dari partai lain, memang beberapa teman dari partai lain menawari saya, tetapi, saya bilang saya mau istirahat dulu, mau hikmat dulu di Anshor dan Banser. Saya selalu bilang, istirahat dululah, banyak hal yang harus saya lakukan untuk refleksi,” ujar Nuruzzaman saat dihubungi wartawan, Kamis (14/6/2018).

Dia mengemukakan, kepergiannya dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut, bukan lantaran ingin pindah ke partai lain. Keputusannya itu, lanjut Nuruzzaman, murni dilakukan untuk membela Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

“Jadi enggak ada motivasi sama sekali bahwa saya keluar dari Gerindra karena saya ditawari oleh partai politik lain. Jadi dengan ini respons saya karena alasan yang kemarin-kemarin itu. Saya sebagai santri sangat kecewa dengan partai saya, salah satu kader di partai saya yang menyerang kiai yang saya hormati,” tuturnya.

Sehingga, sampai saat ini, mantan Wasekjen Gerindra itu belum terpikir untuk berlabuh ke partai politik manapun. Terlebih, usai Idul Fitri, Nuruzzaman dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani akan bertemu untuk mengklarifikasi banyak hal.

“Jadi saya harus berhikmat dulu, karena saya tinggal di pesantren, saya harus berhikmat di pesantren juga,” tuturnya.

Pertemuan antara Muzani dengan Nuruzzaman, kemungkinan juga akan membahas ancaman somasi yang dilayangkan Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman kepadanya.

Nuruzzaman diminta segera meralat ucapannya, juga meminta maaf secara terbuka karena telah menuduh Gerindra sebagai partai penyebar kebencian dan isu SARA.

Meski begitu, Nuruzzaman meluruskan, dia tak pernah menyebut Gerindra memproduksi isu SARA. Hanya saja, dalam kasus tertentu, beberapa kader Gerindra terkesan diam dan tidak menghentikan isu SARA yang bergulir di masyarakat.

Nuruzzaman memutuskan untuk keluar dari Gerindra sejak Senin (13/6/2018). Saat itu, dia menyebut, salah satu alasan utamanya, lantaran cuitan Waketum Gerindra Fadli Zon dalam akun Twitter pribadinya, yang dianggap menyinggung Gus Yahya karena menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Yerusalem, Israel.

“Ini kan sikap saya sebagai seorang santri, mungkin orang susah memahaminya, tetapi bagi kami menghormati kiai itu adalah segala-galanya, karena kiai lah yang mengajari saya untuk mengerti agama Islam, mengerti bersikap baik kepada orang lain, mengajari saya, kan gitu,” katanya.

Selain membela Gus Yahya, Nuruzzaman juga menilai, saat ini, Gerindra sudah keluar dari rel berpolitiknya. Menurutnya, Gerindra telah beralih dari partai yang berkiblat pada perubahan, menjadi partai yang memanfaatkan isu agama untuk kepentingan politik. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Presiden Joko Widodo Berbaju Adat Aceh di HUT ke-73 RI

JAKARTA , HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia hari ini kembali dimeriahkan dengan sej…