Home CAKRAWALA Mundur dari Partai, Nuruzzaman: Agama Selalu Jadi Alat Gerindra Mencapai Kekuasaan

Mundur dari Partai, Nuruzzaman: Agama Selalu Jadi Alat Gerindra Mencapai Kekuasaan

Komentar Dinonaktifkan pada Mundur dari Partai, Nuruzzaman: Agama Selalu Jadi Alat Gerindra Mencapai Kekuasaan
0
412

JAKARTA, “Seperti yang saya tulis (di surat) itu, misalnya menggunakan isu agama untuk kepentingan kekuasaan, tidak cocok dengan saya,” ujar Nuruzzaman.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menghina Katib Aam (Sekjen) PBNU, Yahya Cholil Staquf terkait kunjungan ke Israel. Akibat hinaan itu, Mohammad Nuruzzaman mengundurkan diri dari Partai Gerindra.

Saat dimintai konfirmasi, Nuruzzaman juga menuding Gerindra kerap memainkan isu agama untuk kepentingan kekuasaan. Tudingan itu menjadi salah satu pemicu mundurnya Nuruzzaman dari Gerindra.

“Seperti yang saya tulis (di surat) itu, misalnya menggunakan isu agama untuk kepentingan kekuasaan, tidak cocok dengan saya,” ujar Nuruzzaman, Rabu (13/6/2018).

Dalam suratnya, Nuruzzaman menyebut Gerindra kerap memakai isu SARA demi kekuasaan. Dia mencontohkan Pilgub DKI Jakarta dalam tudingannya itu. Berikut ini bunyi suratnya:

Isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elite Gerindra yang semua haus kekuasaan dunia saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat di mana Bapak (Prabowo) harusnya berpijak.

Meski menyatakan mundur, Nuruzzaman mengaku belum mengajukan surat resmi kepada Gerindra. Namun dia telah membulatkan tekat keluar dari partai berlambang kepala garuda itu.

“Surat resminya saya mau layangkan karena ini libur semua. Mungkin setelah Lebaran saya layangkan, tetapi ini surat terbuka, ini pernyataan saya resmi,” tandas Nuruzzaman.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono meminta Katib Aam Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf dievaluasi dari posisinya sebagai anggota Wantimpres.

“Yahya Staquf dan Jokowi sama-sama ngibul tentang undangan ke Israel,” ujar Waketum Gerindra Ferry, Senin (12/6/2018).

“Bagi orang yang tahu sejarah Islam dengan baik dan tahu sejarah Sukarno dengan benar, kebijakan Istana ini sungguh merupakan kebohongan publik serius. Di satu sisi pura-pura dukung Palestina, tapi sesungguhnya malah mendukung Israel atas nama apa pun,” imbuhnya.

Ferry pun kemudian menuding pemerintahan Jokowi mengikuti cara-cara Israel. Ini menyusul informasi dari BIN yang menyebut ada sejumlah masjid yang terindikasi menganut paham radikal, khususnya di Jakarta.

“Jadi bisa kita mengerti sekarang kenapa pemerintahan Jokowi mengecap masjid, kampus, ormas, dosen atas nama memerangi jihad karena sesuai persepsi yang dibangun Israel. Pikiran pemerintah Jokowi stereotipe dengan pikiran Israel,” ucap Ferry. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Pembakaran Bendera Ekspresi Nasionalisme yang Keliru

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid, dengan alasan apapun, terma…