Home CAKRAWALA MANCANEGARA Legenda NBA Denis Rodman Dibalik Pertemuan Kim dan Trump

Legenda NBA Denis Rodman Dibalik Pertemuan Kim dan Trump

Komentar Dinonaktifkan pada Legenda NBA Denis Rodman Dibalik Pertemuan Kim dan Trump
0
155

SINGAPURA, Dalam pertemuan itu, Kim dan Trump bersepakat untuk bekerja sama dalam proses denuklirisasi di semenanjung Korea.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Bintang legenda NBA Dennis Rodman dibalik pertemuan antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Legenda hidup bola basket Amerika Serikat itu, Rodman, menangis haru karena pemimpin Korea Utara yang juga sohib kentalnya, Kim Jong un, akhirnya bisa bertemu dan membahas perdamaian dengan Presiden Trump.

Kim Jong Un dan Trump bertemu  di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Rodman sendiri berada di Singapura khusus untuk menyambut pertemuan tersebut.

“Aku di sini untuk menjadi bagian dari sejarah ini. Apalagi, Kim adalah sahabat sejatiku, kawanku sampai mati,” tutur Rodman menangis, seperti diberitakan Reuters.

“Kim mencoba mengubah rakyatnya dan budayanya. Soal Trump,  saya pikir dia melakukan pekerjaan hebat. Ia mampu membuat Kim Jong Un menaruh kepercayaan terhadap AS.”

Dalam pertemuan itu, Kim dan Trump bersepakat untuk bekerja sama dalam proses denuklirisasi di semenanjung Korea.

“Ini adalah hari yang indah,” tutur Roadman.

Seusai pertemuan, hanya Trump yang menyediakan waktu untuk konferensi pers. Sementara Kim langsung kembali ke hotelnya. Kim dijadwalkan pulang ke Korut pada Selasa malam ini, pukul 21.00 waktu Singapura (1300 GMT).

Celebesnews.id – Kim Jong Un dan Donald Trump. | Foto: Istimewa

Untuk diketahui, Rodman sejak dulu kerap diejek dan dikritik karena kedekatannya dengan Kim Jong Un. Ia adalah orang yang kali pertama diundang Kim pada tahun 2013, atau 2 tahun setelah Kim menjadi pemimpin tertinggi di negeri tersebut.

Ketika berkunjung ke Korut, Rodman sempat menggelar laga persahabatan dalam rangkaian acara hari ulang tahun Kim Jong Un. Bahkan, Rodman secara khusus menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Kim.

“Aku teringat ketika baru pulang dari Pyongyang tahun 2014. Aku mendapat ancaman kematian karena dianggap teman Korut. Tapi aku tetap berjalan dengan kepala tegak, karena tahu, suatu saat, situasi ini bakal berubah,” tuturnya.

Ia juga menceritakan, ketika ke Korut, dirinyalah yang memberikan Kim sebuah buku Donald Trup berjudul “The Art of the Deal”.

“Itu tahun 2013. Aku yakin, Kim belum menyadari siapa Trump. Tapi Kim merupakan kutu buku, dan aku yakin, dia memelajari sosok Trump dari buku itu. Dia dan Trump memunyai banyak kesamaan,” tandasnya.

Sementara itu, Otoritas Rusia dan China memuji pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-Un. Rusia bahkan menyatakan siap membantu mewujudkan kesepakatan antara Trump dan Kim Jong-Un.

“Fakta bahwa telah terjadi pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat dan Korea Utara adalah positif … Kami mengikuti komentar-komentar yang disusun kedua pihak, tapi kami belum melihat dokumennya, akan kita lihat,” ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, seperti dilansir Reuters, Selasa (12/6/2018).

Dalam pernyataan terpisah, Wakil Menlu Rusia, Sergei Ryabkov, menyatakan pihaknya siap membantu penerapan butir-butir kesepakatan dalam pernyataan bersama Trump dan Kim Jong-Un.

Dituturkan Ryabkov seperti dikutip kantor berita RIA bahwa Rusia berharap penyelesaian krisis nuklir akan membuka blokade terhadap kerja sama ekonomi secara wajar.

Sementara China melalui Kementerian Luar Negeri, seperti dilansir CNN, menyebut pertemuan Trump dan Kim Jong-Un itu sebagai ‘momen bersejarah’.

Menlu China, Wang Yi, mengharapkan pertemuan bersejarah itu akan ‘menghapuskan gangguan, membangun rasa saling percaya dan mengatasi kesulitan agar mereka bisa mencapai konsensus dasar, dan mengambil langkah konkret menuju, denuklirisasi Semenanjung Korea’.

“Kami harap semua pihak terkait akan mengambil upaya menuju hal ini dan China akan terus memainkan peranan konstruktif,” tegas Wang. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Diculik ISIS, Murad Raih Nobel Perdamaian

NORWEGIA, Diculik ISIS tahun 2014, dan menjadi korban perbudakan seks yang dilakukan organ…