Home CAKRAWALA HUKUM Kejaksaan Pindahkan Alfian Tanjung dari Mako Brimob ke Lapas Porong Sidoarjo

Kejaksaan Pindahkan Alfian Tanjung dari Mako Brimob ke Lapas Porong Sidoarjo

Komentar Dinonaktifkan pada Kejaksaan Pindahkan Alfian Tanjung dari Mako Brimob ke Lapas Porong Sidoarjo
0
115

JAKARTA,Pengadilan Negeri Surabaya dalam putusan tanggal 13 Desember 2017, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana “ujaran kebencian”.   

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Setelah Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi Alfian Tanjung, terdakwa dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), selanjutnua pihak Kejaksaan mengesekusi Alfian dari Mako Brimob Depok, ke Lapas Surabaya di Porong Sidoarjo untuk menjalani pidana penjara. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M Rum di Jakarta, Senin (11/6/2018), mengatakan, Jaksa Kejari Tanjung Perak, Surabaya, yang melaksanakan eksekusi tersebut. 

Seperti dikutip Antara, eksekusi terhadap Alfian Tanjung dilaksanakan dengan cara memindahkan penahanan terdakwa dari Rutan Mako Brimob, Depok, ke Lapas Surabaya di Porong Sidoarjo untuk menjalani pidana penjara. 

Sekitar pukul 05.15 WIB, terpidana Alfian Tanjung dibawa dari Rutan Mako Brimob menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selanjutnya diterbangkan menuju Surabaya dengan pesawat Batik Air. 

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Surabaya dalam putusan tanggal 13 Desember 2017, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana “ujaran kebencian”.

Alfian dijerat Pasal 16 Jo. Pasal 4b angka 2 UU No.40 /2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Ia divonis selama dua tahun penjara. Atas putusan tersebut, Alfian mengajukan banding. Selanjutnya Pengadilan Tinggi Jawa Timur dalam putusan tanggal 20 Februari 2018 menguatkan putusan PN Surabaya. 

Selanjutnya, terdakwa mengajukan kasasi ke MA. Untuk perkara Alfian lainnya terhadap PDIP, Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah mengajukan kasasi.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebelumnya memvonis bebas Alfian. Majelis hakim menilai, twit Alfian dalam akun Twitter-nya yang menyebut “PDI-P 85 persen isinya kader PKI” bukan tindak pidana. Alfian dinilai hanya mengutip informasi dari satu media yang tidak terdaftar di Dewan Pers. Majelis juga menilai twit tersebut tidak masuk dalam penghinaan tetapi peringatan ke masyarakat tentang isu PKI. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

SBY Disudutkan Lakukan Cuci Uang Rp 177 Triliun, Demokrat Lapor Asia Sentinel ke Dewan Pers

JAKARTA, “Partai Demokrat menjunjung tinggi kebebasan pers yang bertanggung jawab, s…