Home CAKRAWALA HUKUM Faizal Assegaf Laporkan Elite PKS Diduga Terpapar Terorisme dan Radikalisme

Faizal Assegaf Laporkan Elite PKS Diduga Terpapar Terorisme dan Radikalisme

Komentar Dinonaktifkan pada Faizal Assegaf Laporkan Elite PKS Diduga Terpapar Terorisme dan Radikalisme
0
354

JAKARTA, “Ada juga beberapa akun yang saya duga berafiliasi dengan PKS dalam rangka pengaburan masalah fakta-fakta radikalisme dan terorisme di Indonesia. Jadi petinggi PKS itu ada tiga yang calon presiden dan calon wakil presiden yang saya adukan karena terduga mendukung secara terbuka radicalism dan terrorism di Indonesia,”kata Faisal.

CELEBES NEWSBeritaTerbaru, Faizal Assegaf menduga sejumlah elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung radikalisme dan terorisme di Indonesia. Faisal menyebut ada tiga calon presiden dan wakil presiden PKS yang mendukung secara terbuka radikalisme dan terorisme.

“Ada juga beberapa akun yang saya duga berafiliasi dengan PKS dalam rangka pengaburan masalah fakta-fakta radikalisme dan terorisme di Indonesia. Jadi petinggi PKS itu ada tiga yang calon presiden dan calon wakil presiden yang saya adukan karena terduga mendukung secara terbuka radicalism dan terrorism di Indonesia,”kata Faisal, Seusai melaporkan para elite PKS, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Faizal mempolisikan sejumlah elite PKS ke Polda Metro Jaya. Mereka dilaporkan atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Laporan Faizal teregister dengan nomor TBL/2743/V/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 21 Mei 2018. Adapun elite-elite PKS yang dilaporkan adalah Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, eks Presiden PKS Anis Matta, Fahri Hamzah, pengelola akun Twitter PKS, dan beberapa kader PKS serta Hilmi Firdausi.

Semua pihak itu dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan/atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

“Mereka mengatakan saya melakukan fitnah keji, atas dasar kalimat fitnah keji itu saya melapor mereka perbuatan tidak menyenangkan, ujaran kebencian,” kata Faizal.

Lebih lanjut, Faizal mengaku memiliki bukti yang cukup valid mengenai dugaan para elite PKS mendukung radikalisme dan terorisme. Dia kemudian mencontohkan puisi Anis Matta yang memuji Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda.

“Salah satunya pernyataan Anis Matta menyangkut dukungan pada gembong teroris Osama bin Laden. Yang merupakan pintu masuk saya untuk melaporkan mereka, bahwa partai ini berafilisasi dengan kekuatan teroris internasional,” jelasnya.

Menurut Faizal, puisi itu telah dihapus di situs resmi PKS. Meski begitu, puisi tersebut telah telanjur tersebar di media sosial tanpa ada penjelasan resmi dari DPP PKS.

“Dan dibiarkan oleh DPP PKS tanpa ada klarifikasi dan konfirmasi untuk dipanggil Saudara Anis Matta dalam persidangan internal DPP, untuk menghentikan pujian gembong teroris Osama bin Laden di media resmi mereka (puisi Anis Matta). Sudah screenshot kemudian mereka tutup,” ucap dia.

Pelaporan ini, kata Faizal, juga merupakan respons atas adanya laporan terhadap dirinya di Polda Jatim yang dibuat oleh PKS. Dia dipolisikan gara-gara pernyataan soal perlunya mengawasi kantor-kantor PKS selepas aksi teror di Surabaya.

“Soal pernyataan saya yang mengatakan bahwa peristiwa teroris di Jawa Timur, Surabaya. Harus kantor-kantor PKS itu diawasi karena diduga kader PKS melakukan nyinyiran mendukung terorisme di media sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, laporan PKS terhadap Faizal di Polda Jatim juga diunggah di akun Twitter @PKSejahtera. Akun itu melampirkan tanda bukti lapor di Polda Jatim. Faizal dilaporkan dengan dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Terkait laporan Faizal terhadap elite-elite PKS ke Polda, Farih Hamzah yang dilaporkan angkat bicara. Fahri menanggapi dengan ancaman.

“Coba-coba dia ganggu PKS, saya akan ringkus intel kampungan itu. Saya punya banyak bukti dia agen,” kata Fahri dalam pesan singkatnya, Selasa (22/5/2018).

Namun, Fahri tak menjelaskan lebih lanjut soal tudingannya kepada Faizal, dia hanya menyebut Faizal sebagai intel kampungan.

“Lihat saja. Sebentar lagi dia yang akan diringkus polisi,” kata Fahri yang juga Wakil Ketua DPR ini. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Terjerat Korupsi Meikarta, Bupati Bekasi Minta Maaf

JAKARTA, “Saya Neneng Hasanah Yasin mengucapkan permohoann maaf yang sebesar besarny…