Home CAKRAWALA Presiden Menambah Empat Staf Khusus

Presiden Menambah Empat Staf Khusus

Komentar Dinonaktifkan pada Presiden Menambah Empat Staf Khusus
0
47

JAKARTA, Empat stafsus baru itu merupakan sosok yang profesional di bidang masing-masing. Keempat stafsus presiden itu adalah Adita Irawati (bidang komunikasi), Abdul Ghofar Rozin (bidang keagamaan domestik), Siti Ruhaini Dzhu Hayatin (bidang keagamaan dunia), serta Ahmad Erani Yustika (bidang ekonomi).

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Presiden Joko Widodo menambah empat orang staf khusus (stafsus) yang profesional di bidang masing-masing.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, empat stafsus baru itu merupakan sosok yang profesional di bidang masing-masing.

Keempat stafsus presiden itu adalah Adita Irawati (bidang komunikasi), Abdul Ghofar Rozin (bidang keagamaan domestik), Siti Ruhaini Dzhu Hayatin (bidang keagamaan dunia), serta Ahmad Erani Yustika (bidang ekonomi).

Adita sebelumnya menjabat sebagai vice president corporate communications PT Telkomsel. Dia ditugasi membenahi komunikasi di kementerian dan lembaga.

Sedangkan Abdul Ghofar Rozin merupakan putra KH Sahal Mahfudz. Dia akan mendampingi Presiden Jokowi saat berkunjung ke pondok pesantren, madrasah dan acara keagamaan lainnya.

Erani sebelumnya merupakan Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT). Dengan jabatan baru itu, maka Erani harus meninggalkan posisinya di Kementerian DPDTT.

“Ada empat penambahan staf khusus sesuai keperluan melihat begitu banyaknya persoalan. Tugas presiden begitu besar, akhirnya dilihat perlu tambahan stafsus,” ucap Pramono Anung di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/5).

Dia memastikan orang-orang yang ditunjuk berlatar belakang profesional di bidangnya. Misalnya Adita, ditugasi Jokowi membenahi kehumasan di kementerian dan lembaga (K/L) karena rata-rata masih menggunakan pola lama.

Padahal di era media sosial, kata Pramono, kementerian atau lembaga perlu orang yang memahami perkembangan, termasuk menyusun konten dan membangun framing. Menurut Pramono, kemampuan untuk itu belum dimiliki humas kementerian atau lembaga.

“Mohon maaf, dengan segala hormat, humas di kementerian lembaga kan dengan jabatan karier dari bawah. Biasanya pada posisi tertentu, katakanlah dari usia sudah berumur, tidak memahami perkembangan,” ujarnya. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Kutuk Tindakan Represif Polisi di Jakarta, HMI MPO Manado Demo Mapolda Sulut

MANADO – Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organi…