Home CAKRAWALA Motif Tak Perlu Ditambahkan Dalam Definisi Terorisme

Motif Tak Perlu Ditambahkan Dalam Definisi Terorisme

Komentar Dinonaktifkan pada Motif Tak Perlu Ditambahkan Dalam Definisi Terorisme
0
44

JAKARTA – Definisi terorisme dalam revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Antiterorisme) tak perlu ditambahkan dengan frasa motif tujuan politik, ideologi, dan mengancam keamanan negara.

Demikian pendapat peneliti LIPI sekaligus tim ahli DPR Dr Poltak Partogi Nainggolan.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Menurut saya tidak perlu itu ditambahkan ditambahkan dengan frasa motif tujuan politik, ideologi, dan mengancam keamanan negara. Dengan penambahan frasa tersebut, nantinya dapat menyulitkan proses penegakan hukum. Ya karena bagaimana anda bisa mengadili ideologi seseorang? Tetapi, kalau orang itu apapun ideologinya sudah berbuat pidana, kan, bisa dia itu diadili,” ujar Partogi di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (16/5/2018) siang.

Selain itu dia juga tidak sependapat jika konsep definisi terorisme yang diusulkan pemerintah akan membuat aparat penegak hukum mudah mengecap seseorang sebagai teroris.

“Menurut saya, seseorang dapat dengan mudahnya dikategorikan sebagai teroris oleh aparat. Dia bisa dikategorikan sebagai teroris jika sudah terbukti bergabung dengan kelompok teroris tertentu meski belum melakukan aksi terorisme. Bisa jadi bukti permulaan itu, bila, seseorang sudah masuk suatu kelompok teroris,” kata Partogi.

Dia sangat menyayangkan molornya penuntasan RUU Terorisme. Dan hal ini karena baik pemerintah maupun DPR sering terlibat pada hal-hal yang tidak substantif. Padahal kondisinya sudah genting. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Bamsoet Desak Kemendikbud Perbaiki Kelas yang Rusak

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudaya…