Home CAKRAWALA POLITIK Kepala Suku Sekaligus Staf Khusus Presiden Marah dan Minta Natalius Pigai Stop Kritik Presiden

Kepala Suku Sekaligus Staf Khusus Presiden Marah dan Minta Natalius Pigai Stop Kritik Presiden

Komentar Dinonaktifkan pada Kepala Suku Sekaligus Staf Khusus Presiden Marah dan Minta Natalius Pigai Stop Kritik Presiden
0
141

Jakarta, Lenis Kagoya Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Kelompok Kerja Papua, merasa bertanggungjawab untuk menyampaikan jawaban atas kritik-kritik tajam yang selalu diutarakan oleh Natalius Pigai.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Bahwa saya juga yang mendorong Pak Jokowi menjadi Presiden, saya merasa bertanggungjawab, untuk menyampaikan beberapa hal, kalimat-kalimat fitnah kepada Presiden, yang sering disampaikan oleh saudara Natalius Pigai,” ucapnya.

Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya angkat bicara terkait kritikan yang kerap dilontarkan mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Lenis yang juga merupakan kepala suku di Papua itu mengancam akan mencari Natalius Pigai jika tak berhenti melontarkan fitnah terhadap Jokowi.

“Saya beberapa kali dapat catatan yang saya simpan, itu hampir setiap kalimat, kata itu selalu berupa kritik ke Pak Jokowi terus. Saya mau bicara, khusus kepada saudara Natalius Pigai yang selalu keluarkan kata-kata fitnah terhadap lambang negara yaitu Presiden RI,” kata Lenis di kantornya, Gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).

Lenis menegaskan, saat ini dirinya tak hanya menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi, tapi sekaligus kepala suku di Papua. Dia juga dulunya menjabat sebagai Ketua Tim Relawan Nusantara di Papua. Untuk itu, kata dia, dirinya merasa bertanggungjawab untuk menyampaikan jawaban atas kritik oleh Natalius Pigai.

“Saya mau sampaikan bahwa tidak ada budaya di Papua untuk kekerasan dan kritik fitnah dari Presiden ke-1 sampai ke-6.

Orang Papua tidak pernah mengkritik pejabat negara, siapapun baik menteri atau lingkungan pemerintahan. Malah karakter orang Papua itu ramah walau dibilang orang Papua suka perang dan sebagainya, tetapi keberagaman di Papua dan kebersamaan di Papua, dan keanekaragaman baik kristen dan nasrani, itu contoh Indonesia harus belajar dari Papua,” jelas Lenis.

Natalius Pigai memang dikenal kerap menyampaikan kritikan keras terhadap pemerintahan Jokowi. Terakhir, Natalius mengatakan bahwa banyak janji Presiden Jokowi yang belum direalisasikan hingga tahun keempat ini. Di Papua, misalnya, dari 39 janji Jokowi hanya dua yang terealisasi.

Sebelumnya di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (20/42018).Natalius Pigai menyampaikan “Di tingkat nasional itu yang kami hitung itu kurang lebih terdapat 66 janji Presiden yang secara langsung dan yang tidak tercatat itu sudah lebih dari mungkin ratusan lebih dari itu. Saya ini pakar di Papua ini saja, ada 39 janji yang disampaikan Jokowi di Papua, 2 yang direalisasi. Yaitu jalan Wamena-Wamena-Duga, kemudian sebuah pasar kecil pasar mamak mamak. Cuma dua itu,” sudah cuma itu kata Pigai.

Sebagai kepala suku, Lenis pun meminta agar Natalius berhenti menyampaikan kritik bermuatan fitnah terhadap Jokowi. Jika tidak, dia akan mencari keberadaan Natalius.

“Saya kepala suku Papua, Jadi saudara Natalius stop bicara mulai dari detik ini. Saya sudah larang tidak boleh kritik atau fitnah Presiden. Saya sudah sangat marah. Kepala suku provinsi sudah sangat marah. Saya membawa Presiden Jokowi ke Papua satu tahun tiga kali. Tegasnya.

“Jadi, saudara Natalius Pigai, fitnah selama ini saya amati terus. Tetapi terakhir ini sudah stop bicara. Kalau tidak mau dengar lagi saya cari dia. Saya Kepala Suku dan dia harus menghadap ke saya. Saya bicara tidak boleh lagi mengganggu Jokowi. Jokowi tahun depan dua periode titik. Tidak ada lain-lain. Dua periode titik”.Tegas Lenis.[Celebesnews.id]

Penulis : Az-Zahrah

Comments are closed.

Check Also

KPU Lantik Penyelenggara Pemilu Provinsi

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melantik 86 orang penyelenggara pemilu prov…