Home CAKRAWALA EKONOMI Tenaga Kerja Asing Asal Tiongkok Jangan Gerus Lapangan Kerja di Indonesia

Tenaga Kerja Asing Asal Tiongkok Jangan Gerus Lapangan Kerja di Indonesia

Komentar Dinonaktifkan pada Tenaga Kerja Asing Asal Tiongkok Jangan Gerus Lapangan Kerja di Indonesia
0
136

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) banyak melibatkan pekerja Indonesia dalam proyek-proyek RRT di Indonesia. Menurut Bambang, walaupun senang dengan banyaknya investasi dari RRT ke Indonesia, namun DPR minta jangan sampai menggerus lapangan kerja dalam negeri.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, ”Kita senang sekali dengan RRT banyak berinvestasi di Indonesia. Tetapi, jangan sampai investasi RRT di Indonesia justru merugikan tenaga kerja dalam negeri. Para pekerja lokal jadi tersingkir oleh pekerja asing. Maka kami minta proyek-proyek RRT harus bisa maksimal menyerap tenaga kerja lokal,” kata  Bambang,  saat menerima Duta Besar RRT untuk Indonesia Xiao Qian di ruang kerja Ketua DPR, Jakarta, Rabu (18/4/2018) siang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha dan Asril Tanjung serta anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dari Kedubes RRT hadir Kepala Bagian Politik Wang Shikun, Atase bidang Politik Zhu Yarong, serta penasehat bidang politik Xu Hangtian.

Menurut pria yang akrab dipanggil Bamsoet tersebut, boleh saja, mendatangkan pekerja dari RRT, tetapi dengan klasifikasi khusus yang kemampuannya tidak dimiliki pekerja Indonesia.

Disisi lain dia berharap hubungan kerjasama antara Indonesia dan RRT terus meningkat di berbagai sektor. Mengingat Indonesia dan RRT merupakan dua negara besar di dunia, maka hubungan yang ada tidak sebatas membahas hubungan bilateral saja, tetapi juga isu kawasan dan dunia.

Menurut Bamsoet investasi RRT masuk dalam tiga besar negara yang memiliki invetasi tinggi di Indonesia. Nilai investasi RRT di Indonesia pada tahun 2017 mencapai US$ 3,4 miliar dalam 1.977 proyek. Investasi  tersebut naik dari tahun sebelumnya, sebesar US$ 2,66 miliar.

“Investasi RRT telah merambah keberbagai sektor. Antara lain, pertambangan, transportasi, konstruksi, real estate, perkebunan, pembangkit listrik dan pembangunan smelter nikel. Kita harapkan kedepan untuk peningkatan investasi bisa dilakukan dengan mensinergikan konsep pembangunan, seperti pembangunan poros maritim nasional,” papar politisi Partai Golkar tersebut.[Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Dirut Pertamina: Tidak Naiknya Harga BBM Tergantung Keputusan Menteri

NUSA DUA, Keputusan naik atau tidaknya harga BBM ditetapkan oleh menteri yang dilakukan de…