Home CAKRAWALA POLITIK Asrul Sani : Romi Sengaja Ungkapkan Upaya Jokowi Gandeng Prabowo Sebagai Cawapres

Asrul Sani : Romi Sengaja Ungkapkan Upaya Jokowi Gandeng Prabowo Sebagai Cawapres

Komentar Dinonaktifkan pada Asrul Sani : Romi Sengaja Ungkapkan Upaya Jokowi Gandeng Prabowo Sebagai Cawapres
0
254

JAKARTA, Ketua Umum PPP Romahurmuziy sengaja mengungkapkan upaya Presiden Joko Widodo menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres pada Pemilu Presiden 2019. Tegas Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Menurut Arsul, Romi sengaja mengungkapkan upaya Jokowi itu untuk membantah pernyataan petinggi Gerindra. Arsul Sani menjelaskan hal ini untuk merespons tanggapan Gerindra yang menyebutkan bahwa Jokowi menjanjikan Prabowo sejumlah posisi menteri jika bergabung.

Asrul memastikan keinginan Jokowi untuk menggandeng Prabowo murni demi persatuan nasional. “Itu, kan, dimulai dari lontaran Gerindra terlebih dahulu bahwa ada upaya menjadikan Prabowo sebagai cawapres dengan iming-iming sejumlah tertentu. Kan, mulainya dari situ,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018). Arsul mengatakan, upaya menyatukan Jokowi dan Prabowo bertujuan untuk menghindari terbelahnya masyarakat pada Pemilu 2019.

Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan, Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019. Hal ini disampaikan Romy saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Romahurmuziy menyambut baik ide Jokowi tersebut. Prabowo, kata Romi, juga mengapresiasi tawaran Jokowi. Romi menyampaikan, saat itu Prabowo merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk menjadi cawapres.

Romi  mengatakan, dua pekan yang lalu, Prabowo mengirim utusan ke Jokowi untuk menanyakan kelanjutan tawaran cawapres. Namun, kata Romi, Jokowi belum bisa menjawab karena masih harus mendengar masukan dari semua ketua umum parpol yang beberapa di antaranya masih berada di luar negeri atau masih disibukkan urusan partai.

Dilansir dari Asia Times yang tayang Minggu (15/4/2018), McBeth menulis bahwa Prabowo bersedia jika diberi peran untuk mengendalikan militer dan tujuh kursi di kabinet mendatang. Menanggapi permintaan Prabowo, tulis McBeth. Dalam tulisan itu, McBeth tidak menjelaskan peran apa yang diinginkan Prabowo dan jatah menteri apa yang diinginkan. Saat ditanya di Istana Kepresidenan hari ini Luhut Binsar Pandjaitan enggan memberikan komentar. Namun Luhut tidak menampik ada pembicaraan mengenai Pilpres 2019 saat bertemu Prabowo. Pertemuan juga dilakukan bukan dalam kapasitas sebagai “utusan Jokowi”.

Luhut tidak mengungkapkan secara mendetail karena banyak hal yang dibahas, mulai hal ringan hingga persoalan kenegaraan. “Kami bicara macam-macam yang lucu-lucu. Kami bicara yang penting, bagaimana negara ini baik,” ujar Luhut, saat ditemui 8 April silam. Luhut juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku menimbang dengan cermat sebelum memutuskan maju sebagai capres.”Beliau masih menghitung dengan cermat, kapan mau melakukan deklarasi, biar aja, kalaupun beliau mau maju saya kira bagus,” kata Luhut.[Celebesnews.id]

Penulis : Nia Achmad

 

Comments are closed.

Check Also

Kader PKS Mardani Ali Sera Layak Jadi Cawapres Prabowo

JAKARTA, Mardani Ali Sera adalah manajer tim pemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta…