Home CAKRAWALA DPR Minta Pemerintah Lindungi Petani Tebu

DPR Minta Pemerintah Lindungi Petani Tebu

Komentar Dinonaktifkan pada DPR Minta Pemerintah Lindungi Petani Tebu
0
79

JAKARTA – Ketua DPR Bambang Soesatyo mewanti-wanti Kementerian Perdagangan untuk melakukan pengawasan ketat atas realisasi impor gula mentah untuk memenuhi stok hingga Mei 2019. Menurut Bambang, pembukaan keran impor gula 1,1 juta ton tersebut, jangan sampai membuat petani tebu tanah air terpuruk.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Pemerintah memiliki peraturan berupa Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 643 Tahun 2002 Tentang Tata Niaga Impor Gula. Maka kami meminta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan mengawasi pelaksanaan impor gula mentah agar berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata pria yang akrab dipanggil Bamsoet tersebut Minggu (15/4/2018) sore.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebaiknya meminta data tentang produksi dan kebutuhan gula nasional ke Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuannya demi memastikan kebutuhan dan jumlah gula mentah sebelum melakukan impor.

“Hal yang harus diperhatikan adalah stok gula saat ini dan masa panen tebu, agar impor gula mentah yang dilakukan tidak merugikan para petani tebu,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Selain itu Bamsoet menyarankan kepada Kemendag agar melibatkan Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dalam menentukan kebijakan impor gula mentah. Dengan demikian impor yang dilakukan benar-benar memperhitungkan jumlah dan waktunya.

Namun, Bamsoet juga mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) agar mencari solusi atas kurangnya lahan tanam tebu dan sulitnya petani mendapatkan bibit tebu unggul. “Ini demi menciptakan ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada gula konsumsi dan gula industri,” pungkas dia. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Ada Semangat Persaudaraan dalam Pelantikan DPD AJO Indonesia Jambi dan Sumsel

PALEMBANG, Tepat sehari setelah Pelantikan DPD Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia …