Home CAKRAWALA HUKUM Amien Rais Terancam Dipenjara, Ini Kata Gerindra dan PAN

Amien Rais Terancam Dipenjara, Ini Kata Gerindra dan PAN

Komentar Dinonaktifkan pada Amien Rais Terancam Dipenjara, Ini Kata Gerindra dan PAN
0
436

JAKARTA, Cyber Indonesia melaporkan Amien ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus, dengan tuduhan tindakan pidana ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui media sosial. Seperti pasal 28 ayat 2, UU ITE, dan atau pasal 156 a KUHP. Sementara, partai Gerindra berterimakasih tidak disebut partai setan, dan PAN menyebut pernyataan yang disampaikan Amien soal ‘Partai Allah dan Partai Setan’ tak perlu dijadikan polemik. PAN menilai tak ada unsur ujaran kebencian yang dituturkan Amien.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Lontaran tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais soal partai setan dan partai Allah berujung pelaporan polisi.

Pasalnya, Cyber Indonesia melaporkan Amien ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus, dengan tuduhan tindakan pidana ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui media sosial. Seperti pasal 28 ayat 2, UU ITE, dan atau pasal 156 a KUHP.

“Kami melihat telah ada suatu upaya dikotomi atau provokasi. Yang membawa, ras, agama. Padahal kita tahu bahwa negara kita adalah negara berdasar Pancasila dan UUD 1945,” jelas Ketua Cyber Indonesia, Aulia Fahmi, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Sebelumnya, pernyataan Amien yang dimaksud adalah pernyataan saat dia memberi tausiah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” ujar Amien seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Menanggapi pernyataan Amin Rais, Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa mengatakan, berterima kasih kepada Amin Rais, karena partai besutan Prabowo Subianto itu tidak disebut salah satu partai setan.

“Saya juga berterima kasih kepada Pak Amien, karena Gerindra dianggap tidak masuk partai setan,” kata Desmond, Senin (16/4/2018).

Desmon menuturkan, pelaporan terhadap Amien ke polisi itu bisa dipandang perlu dan bisa dipandang tidak perlu.

Alasan Desmon, pelaporan itu bisa diperlukan supaya Amien bisa lebih gamblang menjelaskan soal materi yang disampaikannya itu.

“Perlu agar Pak Amien Rais meneruskan statement-nya, mana kategori yang dimaksud itu, supaya kita jelas juga,” kata Desmond.

Memang Amien Rais tak secara gamblang menjelaskan partai-partai mana saja yang masuk ke golongan partai setan, dan partai-partai mana saja yang masuk ke partai Allah. Hanya saja, Partai Gerindra bersama PAN dan PKS disebut dalam satu rangkaian kalimat saat menjelaskan soal hizbullah (partai Allah).

Disamping itu, Desmond juga memandang pelaporan ini bisa tidak perlu, soalnya pernyataan Amien ini juga tak penting untuk diutarakan.

“Statement ini nggak penting banget,” kata Desmond.

Dalam pernyataan Amin, diyakini Desmon punya argumen yang kuat dan matang di balik pernyataan mantan Ketua MPR itu, namun pernyataan itu sendiri tidak penting, dan terlalu eksplisit dan membuat pelapor tersinggung.

“Ketersinggungan ini kan tidak terlalu beralasan, karena Pak Amien tidak konkret juga, tidak menuduh siapa-siapa,” kata Desmond.

Namun, Amien tak mengungkap partai apa saja yang masuk kategori partai setan ataupun partai Allah. Ditanya seusai acara, Amien menyatakan yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

Dipolisikannya Amien, Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay mempertanyakan pelaporan terhadap Amien, karena banyak tindakan lain yang lebih merugikan masyarakat.

“Kalau setiap orang yang ceramah dilaporkan, kasihan Poldanya. Padahal, banyak tindakan lain yang jauh lebih merugikan masyarakat yang semestinya mereka prioritaskan untuk diselesaikan,” ujar Saleh kepada wartawan, Minggu (15/4/2018).

Saleh mengatakan, pernyataan yang disampaikan Amien soal ‘Partai Allah dan Partai Setan‘ tak perlu dijadikan polemik. Saleh menilai tak ada unsur ujaran kebencian yang dituturkan Amien.

“Penjelasan-penjelasan lanjutan dalam ceramah itu, menurut saya, hanyalah pendalaman. Kalaupun ada menyebut golongan tertentu sebagai golongan Allah, tetapi Pak Amien tidak pernah menyebut golongan lain sebagai golongan sebaliknya. Karena itu, tidak ada niat dan perilaku ujaran kebencian dalam ceramah itu. Sebagai tokoh Islam, Pak Amien sangat mumpuni untuk membimbing jemaahnya sesuai dengan tuntunan Al-Quran,” tutur Saleh.

Saleh menuturkan, kasus ini dianggap besar karena yang menyampaikan Amien. “Padahal, ayat Al-Quran yang dijelaskan beliau itu sudah ada sejak diturunkan,” tandasnya Saleh. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Terjerat Korupsi Meikarta, Bupati Bekasi Minta Maaf

JAKARTA, “Saya Neneng Hasanah Yasin mengucapkan permohoann maaf yang sebesar besarny…