Home CAKRAWALA POLITIK Partai Setan dan Partai Allah, Akibat Hati yang Putus Asa

Partai Setan dan Partai Allah, Akibat Hati yang Putus Asa

Comments Off on Partai Setan dan Partai Allah, Akibat Hati yang Putus Asa
0
71

JAKARTA – Pernyataan tokoh Reformasi, M Amien Rais soal adanya partai Allah dan Partai Setan adalah pernyataan serampangan yang sangat disesalkan. Dan pernyataan tersebut terkesan lahir akibat suasana hati yang putus asa. Demikian pendapat pengamat politik yang Direktur LIMA Indonesia, Ray Rangkuti.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Dalam pernyataan pers yang diterima celebesnews.id, Minggu (15/4/2018) siang, Ray Rangkuti mengatakan, “Pernyataan tersebut terkesan lahir akibat suasana hati yang putus asa. Dua kategori partai yang dimaksud, sekalipun sudah dibantah tidak berhubungan langsung dengan partai politik, tapi jelas sulit dipisahkan dari makna partai politik. Penyebutan PKS, Gerindra dan PAN sebagai partai Allah, dengan sendirinya menepis partai politik lain sebagai bukan partai Allah”.

Menurut Ray tak perlu berbelit untuk memahami kerangka berpikir demikian. Kecuali, pernyataan itu dibuat umum, tanpa menyebut contoh partai yang masuk kategori partai Allah. Sebagaimana kaburnya pembilahan Partai Allah dengan Partai Setan itu, makna keduanya juga sama kaburnya. Amin Rais, sama sekali tidak menyebut kriteria yang dimaksud sebagai partai Allah atau partai setan.

“Hanya secara serampangan bernada putus asa, AR lalu memasukan tiga partai ke dalam Partai Allah, dan tidak menyebut contoh seperti apa partai setan. Dengan pernyataan serampangan seperti ini, sama sekali tidak membantu untuk meningkatkan kualitas dan kedewasaan berdemokrasi kita. Alih-alih meningkatkan, yang ada adalah kegaduhan, perbincangan tanpa faedah dan lebih meningkatkan ketidaksukaan publik pada partai politik sekaligus meningkatkan suhu negatif suasana politik menjelang pemilu/pilpres serentak 2019 yang akan datang,” papar pria asal Mandailing, Sumatera Utara tersebut.

Menurut dia yang sangat disayangkan adalah Amien nampaknya lebih memilih jalan kontroversi dari pada edukasi. Memilih hingar bingar serampangan dari pada refleksi. Pernyataan-pernyataan yang rasanya bahkan tidak juga membantu partai yang didirikannya untuk meraih suara. Sejatinya, makin dewasa usia demokrasi kita, yang dipertontonkan adalah kematangan, objektif, dan nalar kritis.

“Bukan sebaliknya, demokrasi makin matang, tetapi ada pelakunya yang nampak tak siap untuk lebih bijak, rasional dan dewasa. Akhirnya, pernyataan serampangan bernada keputusasaan lah yang muncul,” ujar Ray. [celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Belum Bersikap Tegas, PAN Ingin Dapat Nilai Tinggi

JAKARTA – Publik melihat ketidakkompakkan elit PAN dalam menyikap soal Capres untuk …