Home PROVINSI SULUT DPRD SULUT Kumaat: Petani Sulut Harus Makmur, Pemerintah Wajib Intervensi

Kumaat: Petani Sulut Harus Makmur, Pemerintah Wajib Intervensi

Komentar Dinonaktifkan pada Kumaat: Petani Sulut Harus Makmur, Pemerintah Wajib Intervensi
0
342

MANADO, “Masyarakat petani di Sulawesi Utara harus makamur,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sulut, Teddy Kumaat.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut, Teddy Kumaat menyampaikan, pimpinan perangkat daerah harus bisa mengejawantahkan program unggulan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw. Diketahui, sektor Pertanian menjadi salah satu program unggulan OD-SK selain Pariwisata sebagai program pokok.

“Jumlah masyarakat petani di Sulut sangat besar. Maka petani harus makmur. Itu program dan tujuan utama dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw,” kata Kumaat di kantor DPRD Sulut, Jumat (13/4/2018).

Kumaat mengungkapkan, menurut data BPS Sulut, 72 persen dari 1,5 Juta hektar lahan Provinsi Sulut adalah lahan pertanian. “Sektor pertanian menyerap sekitar 35% dari total tenaga kerja. Fakta ini menguatkan pertanian sebagai sektor vital bagi pembangunan Sulut. Maka tidaklah mengherankan jika perhatian khusus bagi petani wajib diberikan oleh pemerintah daerah,” kata Legislator Sulut dari Dapil Manado ini.

Kumaat pun menyayangkan, hingga kini kesejahteraan petani masih dibawah standart hidup. “Nilai Tukar Petani (NTP) Sulut hanya 94,81. Kebutuhan hidup petani masih belum berimbang dengan pendapatan, karena itu perlu beberapa langkah strategis yang harus dilakukan instansi teknis,” jelasnya.

Kumaat juga merincikan tiga langkah jitu yang harus dilakukan, yaitu ; pertama dengan mempresure Politik anggaran dan ekonomi dengan porsi anggaran lebih besar ke pengembangan sektor pertanian. “Tanpa menyepelekan sektor lainnya, tapi dengan melihat angka petani yang besar, maka sektor ini harusnya diberikan perhatian lebih,” tegasnya.

Kedua, Kumaat meminta dilakukan peningkatan perhatian dan kwalitas infrastruktur jalan perkebunan serta memberikan bantuan. “Infrastruktur jalan ini akan sangat memberikan dampak besar bagi petani. Untuk pemberian bantuan jangan dalam bentuk tunai, harusnya dalam bentuk pemberian bantuan mesin-mesin pertanian,” katanya.

Dan yang paling penting dari semua ini, menurut Kumaat yaitu tahap ketiga, jaminan pasar bagi petani. “Harusnya petani yang menghidupi pedagang, bukan sebaliknya. Ini petani-petani lebih kelihatan jadi “jongos”. Ini perlu dilakukan langkah strategis pemerintah dengan melakukan intervensi dan proteksi pasar,” tegas Kumaat.

Kumaat menyarankan, perlu dilakukan Intervensi pasar dengan instrumen-instrumen peraturan yang ada, sehingga harga pasar tidak akan dipermainkan pedagang. “Petani yang bersusah payah, kena hujan dan panas, namun yang menikmati ini adalah pedagang. Pemerintah harus lakukan Intervensi. Petani Sulut harus makmur,” kuncinya. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Legislator Sulut ke Pulau Bangka, Ketua DPRD Sulut : Itu Hanya Pribadi, Tidak Mewakili Lembaga

MANADO, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Andrei Angouw menegaskan kunjungan lima Legisl…