Home CAKRAWALA Bamsoet Beri Pantun ke Sri Mulyani pada Perayaan International Women’s Day 2018

Bamsoet Beri Pantun ke Sri Mulyani pada Perayaan International Women’s Day 2018

Komentar Dinonaktifkan pada Bamsoet Beri Pantun ke Sri Mulyani pada Perayaan International Women’s Day 2018
0
317

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pemerintah Indonesia telah merumuskan dan menerapkan berbagai strategi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan peran kaum perempuan. Salah satunya dengan memperkenalkan sistem yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif.

CELEBES NEWS “Namun sayang, peluang tersebut tidak dimanfaatkan maksimal kaum perempuan. Saat ini hanya 97 perempuan dari 560 total anggota DPR atau hanya 17,1 persen yang lolos menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019,” ujar Bamsoet saat membuka perayaan International Women’s Day 2018 di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Rabu (14/3/2018) siang.

Pria yang akrab dipanggil Bamsoet tersebut menjelaskan, DPR dalam menjalankan fungsi legislasi juga turut melindungi kaum perempuan. Diantaranya dalam pembentukan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan perlunya pemberdayaan perempuan, serta Undang-Undang tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya menjamin kesehatan reproduksi perempuan. Tak hanya itu, saat ini DPR juga tengah membahas RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

DPR juga telah membentuk Kaukus Perempuan Parlemen dan Kaukus Politik Perempuan Indonesia untuk mempromosikan serta mendorong pencapaian kesetaraan dan keadilan gender. “Bagi saya, kesetaraan gender bukanlah isu perempuan semata, melainkan isu sosial dan kemanusiaan dalam artian yang lebih luas. Kesetaraan gender merupakan gerakan global dimana laki-laki dan perempuan harus sama-sama dilibatkan. Meliputi hak manusia yang paling mendasar, yaitu hidup tanpa diskriminasi,” ujar Bamsoet.

Memeriahkan perayaan International Women’s Day kali ini, DPR memberikan penghargaan kepada Presiden Jokowi yang telah menempatkan kaum perempuan terbanyak dalam Kabinet pemerintahan.

“Presiden Jokowi telah memberikan tauladan dan kepercayaan bahwa kaum perempuan juga bisa berkarir di eksekutif. Sebanyak delapan perempuan pilihan Presiden Jokowi di Kabinet Kerja telah membuktikan kinerjanya dalam menempati posisi kementerian yang sangat penting, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” jelas Bamsoet.

Selain kepada Presiden Jokowi, DPR RI juga memberikan penghargaan kepada DPRD Provinsi Riau karena memiliki jumlah anggota DPRD Perempuan Terbesar Secara Nasional. Sedangkan Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Christiany Eugenia Parantu dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka sebagai Bupati Perempuan yang Terpilih Selama Dua Periode Berturut-turut.

“Berbagai penghargaan tersebut merupakan simbol pengakuan dan apresiasi DPR RI kepada orang pribadi, institusi, maupun kepada masyarakat yang telah memberi ruang berkreasi bagi perempuan. Mari terus kita ciptakan dunia yang penuh keadilan dan kesetaraan, terutama kepada kaum perempuan,” ujar Bamsoet.

Bamsoet juga secara khusus memberikan penghargaan dan memuji Sri Mulyani yang dinilainya sebagai salah satu menteri perempuan terbaik di kabinet kerja. Terlebih, belum lama ini Sri Mulyani terpilih sebagai menteri terbaik dunia dalam acara World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab.

Politisi Partai Golkar ini selain memberikan penghargaan sebagai keynote speech, juga menghadiahkan sebait pantun kepada Sri Mulyani di akhir sambutan.

“Seribu ekonom berjumpa di Bali,

Bagai gelatik berwarna-warni.

Tapi hanya satu yang memikat hati,

Itulah dia Sri Mulyani,”

Pantun Bamsoet tersebut langsung disambut tepuk tangan semua yang hadir di acara tersebut. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Seusai Asian Games, Wagub DKI Mengusulkan Wisma Atlet Jadi Rusun

JAKARTA, Wisma Atlet dibangun di atas lahan seluas 10,6 hektar dan memakan anggaran sebesa…