Home CAKRAWALA HUKUM Kapolda DIY Beri Penghargaan Aiptu Munir Penembak Pelaku Penyerang Gereja

Kapolda DIY Beri Penghargaan Aiptu Munir Penembak Pelaku Penyerang Gereja

Komentar Dinonaktifkan pada Kapolda DIY Beri Penghargaan Aiptu Munir Penembak Pelaku Penyerang Gereja
0
150

YOGYAKARTA, Kapolda DIY Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri beri penghargaan berupa piagam dan pin kepada Aiptu Munir yang berhasil melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, Suliyono (22). Selain Munir, tiga anggota kepolisian lainnya yakni Iptu Pujiono, Aiptu Prastyanto Julnaidi, Brigadir Erwin Riza juga mendapatkan penghargaan serupa karena dinilai ikut membantu melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Lidwina pada Minggu (11/2/2018).

CELEBES NEWS – Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri memberikan penghargaan kepada Aiptu Almunir yang berhasil melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, Suliyono (22).

Penghargaan berupa piagam dan pin itu diberikan oleh Dhofiri kepada Munir saat acara apel pagi di Mapolda DIY, Rabu (14/2/2018), bersama sejumlah anggota kepolisian berprestasi lainnya.

“Ini prestasi yang baik karena dia bisa melumpuhkan korban meski dalam kondisi yang terdesak,” kata Dhofiri.

Selain Munir, tiga anggota kepolisian lainnya yakni Iptu Pujiono, Aiptu Prastyanto Julnaidi, Brigadir Erwin Riza juga mendapatkan penghargaan serupa karena dinilai ikut membantu melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Lidwina pada Minggu (11/2/2018).

“Sementara ini berupa pin dan piagam penghargaan dulu, yang lain nanti akan kami upayakan,” kata dia.

Menurut Dhofiri, tindakan Munir patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anggota kepolisian lainnya karena telah berhasil melakukan tindakan yang cepat dan terukur dalam kondisi darurat.

Pada saat peristiwa penyerangan terjadi, Munir menembak kaki kanan dan kiri pelaku karena pelaku tidak mengindahkan peringatan dan justru berbalik menyerangnya dengan parang.

Dalam kodisi seperti itu, menurut Dhofiri, Munir yang merupakan anggota Polsek Gamping, Sleman dibenarkan apabila mengeluarkan tembakan yang mematikan kepada pelaku.

“Bisa saja dia mengeluarkan tembakan di bagian yang mematikan karena dalam kondisi terdesak, tetapi Munir berusaha hanya melumpuhkan agar pelaku tetap bisa dimintai keterangan,” kata dia.

Dalam kesempatan sebelumnya, kepada wartawan Munir mangku sudah terbiasa menangani peristiwa kriminal dengan pelaku bersenjata tajam. Pasalnya, ia telah bertugas di reserse kriminal selama 34 tahun.

“Penangkapan pelaku kejahatan sudah sering, Alhamdulillah sudah tidak grogi lagi,” kata dia yang mengaku pernah mendapatkan penghargaan serupa saat bertugas di Polres Sukabumi pada 2008.

Kejadian bermula pada Minggu, 11 Februari 2018, sekitar pukul 07.30 WIB seseorang tidak dikenal yang kemudian diketahui bernama Suliyono, 22 tahun, warga Krajan RT 02 RW 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelaku masuk dari pintu gereja bagian barat langsung menyerang menggunakan pedang terhadap Martinus Parmadi Subiantoro dan mengenai punggung sehingga jemaat yang berada di belakang/ kanopi membubarkan diri.

Selanjutnya,pelaku kemudian masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun-ayunkan pedang sehingga para jemaat membubarkan diri.

Lantas, pelaku berlari ke arah koor dan langsung menyerang Romo Prier yang sedang memimpin misa dan pelaku masih menyerang para jemaat yang berada di dalam gereja dan mengenai korban Budi Purnomo.

Petugas Polsek Gamping yang dihubungi melalui telepon selanjutnya mendatangi TKP, Aiptu Munir mencoba melakukan negosiasi kepada pelaku agar menyerahkan diri namun pelaku berusaha menyerang petugas sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan dan pelaku masih saja menyerang petugas mengenai tangan Aiptu Munir.
Petugas terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah pelaku dan mengenai perut pelaku sehingga dapat dilumpuhkan.

Sedangkan korban luka dalam kejadian tersebut, yakni Budijono (44) warga Perum Nogotirto, Gamping, Sleman mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang da leher bagian belakang akibat senjata tajam.

Kemudian Romo Prier SJ alamat Asmi Bener Yogyakarta mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam. Aiptu Munir warga Aspol Polsek Gamping mengalami luka pada tangan akibat senjata tajam.

Selanjutnya Martinus Parmadi Subiantara warga Nusupan RT 02 RW. 28 Trihanggo, Gamping, Sleman, mengalami luka pada punggung akibat senjata tajam. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Bocah SD, Bandar Narkoba di Makassar Buron

MAKASSAR, Seorang anak usia 14 tahun diamankan Polsek Tallo, Makassar setelah kedapatan me…