Home CAKRAWALA HUKUM Inilah Rekam Jejak Bupati Subang Hingga Terjerat OTT KPK

Inilah Rekam Jejak Bupati Subang Hingga Terjerat OTT KPK

Comments Off on Inilah Rekam Jejak Bupati Subang Hingga Terjerat OTT KPK
0
108

JAKARTA, Imas Aryumningsih, menjabat Bupati Subang setelah Ojang Sohandi, divonis 8 tahun penjara akibat korupsi. Imas, wakil bupati akhirnya didapuk menjabat bupati. Namun, Imas terjerat kasus yang sama menerima gratifikasi terkait perizinan. Hingga pemilik harta Rp 50,9 miliar itu tertangkap OTT KPK.

CELEBES NEWS – Bupati Subang Imas Aryumningsih kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perizinan di wilayahnya.
Hasil OTT KPK ratusan juta uang hasil gratifikasi orang nomor satu di Subang itu diamankan. Namun, KPK tidak memerinci secara detil uang yang diamankan dari orang nomor satu di Subang itu.

“Ratusan juta sejauh ini (yang diamankan),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (14/2/2018).

Febri mengatakan, diduga gratifikasi itu dari pembicaraan awal miliaran rupiah.

Sebelum mengamankan sang bupati, penyidik KPK terlebih dahulu mengamankan tujuh orang lainnya dalam operasi yang dilakukan semalam dan dini hari tadi.

Selanjutnya, hasil penyelidikan KPK terendus nama Imas Aryumningsih, Bupati Subang. Akhirnya, lembaga rasuah itu mencokok Imas. Bupati Subang tersebut tidak bisa mengelak ketika dicokok KPK, selanjutnya digelandang ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan atas gratifikasi perizinan tersebut.

Perlu diketahui, Imas calon bupati petahana yang ingin maju dalam pemilihan bupati Pilkada 2018. Sebelum menjabat bupati Subang, Imas adalah wakil bupati, menggantikan Ojang Sohandi, yang juga terjerat kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung memvonis Ojang dengan hukuman 8 tahun penjara. Ojang bersalah melakukan kejahatan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Imas menggantikan Ojang dan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati pada 11 April 2016.

Kini Imas ikut dijerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (13/2/2018).

Ketika dikonfirmasi tertangkapnya Bupati Subang. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan Imas ditangkap dalam OTT KPK.

“Ya,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat diminta konfirmasi terkait OTT Bupati Subang, Rabu (14/2/2018).

Ojang juga menerima uang atau barang yang diduga sebagai gratifikasi atau suap di kantor Bupati Subang, rumah dinas, dan beberapa tempat lain pada periode 1 Oktober 2012 hingga 9 April 2016.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) milik Imas yang dilihat, Rabu (14/2/2018), total harta Imas per September 2016 sebesar Rp 50.954.748.338 miliar, atau Rp 50,9 miliar.

Jumlah tersebut gabungan dari keseluruhan harta Imas, baik harta bergerak dan tak bergerak.

Imas sendiri memiliki 43 harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan. Totalnya mencapai Rp 47.953.240.000.

Sementara kekayaan berupa harta bergerak yang dimilikinya sebesar Rp 740 juta. Harta tersebut berupa mobil merek Ford Everest dan Mitsubishi Pajero.

Harta bergerak lainnya berupa logam mulai mencapai Rp 597.600.900. Serta giro dan setara kas totalnya yakni Rp 1.663.907.438.

Namun kekayaan yang dimiliki Imas tidak membuat dirinya bebas. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu Imas kini diamankan di kantor KPK.

Tertangkapnya Imas, membuat PKB sebagai parpol pengusung Imas merasa ‘tertampar’ terkejut atas OTT yang dialami Imas, Cabupnya.

Ketua Desk Pilkada PKB Daniel Johan terkejut, dan tidak menduga Imas bisa terkena OTT KPK.

“Kami terkejut dan nggak pernah membayangkan bahwa Imas bisa terlibat OTT. Ini sebagai warning bagi seluruh calon bahwa masyarakat membutuhkan calon yang membawa atau memberikan contoh yang baik,” ujar Daniel Johan saat dihubungi, Rabu (14/2/2018).

Daniel mengatakan, jika terbukti divonis bersalah maka PKB akan menarik dukungan terhadap calon bupati Subang petahana itu. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

KPK: Pemetaan Aset Terkait TPPU Adik Atut Hampir Selesai

JAKARTA, “Sejauh ini pemetaan aset hampir selesai, tetapi kami masih membutuhkan ket…