Home CAKRAWALA HUKUM Nama Disebut, Jaksa Akan Panggil Bupati Minut dan Mantan Kapolresta Manado

Nama Disebut, Jaksa Akan Panggil Bupati Minut dan Mantan Kapolresta Manado

Komentar Dinonaktifkan pada Nama Disebut, Jaksa Akan Panggil Bupati Minut dan Mantan Kapolresta Manado
0
653

MANADO, Nama Bupati Minahasa Utara, Vonny Anneke Panambunan dan mantan Kapolresta Manado, Rio Permana Mandagi disebut pada sidang perdana kasus korupsi proyek pembangunan pemecah ombak Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara siang tadi.

CELEBES NEWS – Nama Bupati Minahasa Utara, Vonny Anneke Panambunan (VAP) berulangkali disebut pada sidang perdana kasus korupsi proyek pembangunan pemecah ombak Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara yang digelar di Pengadilan Negeri Manado, Selasa (13/02/2018) siang tadi.

Tak hanya nama VAP, nama mantan Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana Mandagi pun berulangkali disebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Bobby Ruswin.

Pada sidang perdana yang di pimpin Hakim Ketua, Vincentius Banar, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga terdakwa yakni Rosa Marina Tidajoh alias RT, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara, Steven Hendrik Solang alias SHS, Pejabat Pembuat Komitmen, dan Robby Maukar alias RM selaku kontraktor.

“Vonnie Anneke Panambunan selaku Bupati Minahasa Utara menerbitkan surat keputusan Bupati Minut nomor 68 tahun 2016 tanggal 18 Februari 2016, yang berisi bahwa Kabupaten Minahasa Utara Siaga Darurat Bencana. Padahal menurut BMKG, Kabupaten Minut tidak berpotensi bencana,” ujar Jaksa Penuntut Umum Bobby Ruswin.

Selain itu, Vonnie Anneke Panambunan juga membuat dan menandatangani surat permohonan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) siaga bencana banjir dan longsor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tambah Bobby.

Dalam sidang perdana ini terungkap juga, mantan Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana Mandagi bertindak sebagai pelaksana kegiatan di lapangan melakukan pekerjaan proyek sebesar 40 persen.

“Ini bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan/ jasa pemerintah pasal 87 ayat 3, yang mengatakan bahwa penyedia barang dan jasa dilarang mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama berdasarkan kontrak dengan melakukan sub kontrak dengan pihak lain,” ungkap Bobby.

Usai persidangan, anggota JPU lainnya, Pingkan Gerungan mengatakan bahwa pada sidang selanjutnya, pihaknya akan menghadirkan beberapa saksi. “Kemungkinan Bupati Minut dan Rio Permana akan kami panggil juga,” ujar Pingkan.

Diketahui, Kasus ini bergulir saat LSM MJKS (Masyarakat Jaring Koruptor Sulut) yang di pimpin Stenly Towoliu pada September 2016 melaporkan terjadi dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak yang di bangun di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Dimana seharusnya, sesuai Perpres Nomor 4 Tahun 2015, proyek senilai Rp 15 miliar ini harus melalui proses lelang, namun BPBD Kabupaten Minahasa Utara justru hanya melakukan penunjukan langsung.

Kejati Sulut November 2017 lalu telah menetapkan 3 tersangka, yakni SHS, RT dan RM atas kasus dugaan korupsi proyek Pemecah Ombak Likupang, Kabupaten Minahasa Utara yang telah merugikan negara Rp 8,8 miliar.

Peran ketiganya masing-masing yakni, SHS sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan RT yang saat ini menjabat Kadis Kesehatan Minut dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, yang saat proyek berbandrol Rp 15 miliar ini mulai di kerjakan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). RM sendiri selaku Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, berperan sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Terhadap ketiga tersangka, Kejati Sulut menerapkan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. [Celebesnews.id]

Penulis : Tim Redaksi

Comments are closed.

Check Also

OTT Kalapas, Inneke Koesherawati Juga Keciduk KPK

JAKARTA, Kalapas tertangkap OTT KPK terkait jual beli izin napi untuk keluar lapas. …