Home CAKRAWALA HUKUM Menkopolhukam: Masyarakat Diminta Jangan Berspekulasi Penyerangan Gereja

Menkopolhukam: Masyarakat Diminta Jangan Berspekulasi Penyerangan Gereja

Komentar Dinonaktifkan pada Menkopolhukam: Masyarakat Diminta Jangan Berspekulasi Penyerangan Gereja
0
103

JAKARTA, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Suliyono diduga mendapat pengaruh paham radikalisme.

CELEBES NEWS – Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait penyerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta.

“Diharapkan jangan ada spekulasi dulu sebelum kepolisian mengungkap ini, apakah ‘by design’ oleh kelompok tertentu yang akan mengganggu pilkada atau hal yang situasional, sedang dijajaki, sedang diselidiki aparat kepolisian, tunggu,” kata Wiranto di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/2/2018).

Diketahui, Minggu (11/2/2018), seorang pria yang belakangan diketahui bernama Suliyono menyerang Gereja Santa Lidwina sehingga melukai empat orang termasuk seorang pastor asal Jerman bernama Romo Karl Edmund Prier, SJ dan seorang polisi, yakni Aiptu Munir.

“Harapan saya agar media, masyarakat, sementara bersikap tenang tidak terganggu ikut meributkan. Mengapa? Aparat keamanan diinstruksikan lebih waspada dalam rangka menjaga agar kerawanan pemilu atau pilkada bisa ditekan serendah-rendahnya sehingga pada saat hari H nanti, semuanya bisa berjalan dengan tertib dan aman,” kata Wiranto.

Wiranto juga meminta kampanye tidak dikaitkan dengan SARA.

“Jangan sampai kampanye dikaitkan SARA. Kami sudah instruksikan aparat keamanan untuk menindak tegas semua usaha yang membuat pemilu ini ternoda atau tidak aman. Ini tidak ada kompromi. Ini masalah kehormatan bangsa, masalah kemaslahatan kita bersama,” katanya.

Wiranto mengakui bahwa jelang pilkada, suhu politik memang memanas.

“Pilkada selalu suhu politik memanas. tapi sekarang kan ada beberapa kejadian, misalnya, di Sleman penyerangan terhadap romo atau pimpinan agama di sana,” katanya.

Lalu ada di Tangerang Selatan, di Jawa Barat. “Apakah itu merupakan suatu kejadian yang terorganisir dan merupakan kejadian yang ‘by design’ untuk mengganggu pilkada? Yang pasti dari laporan aparat kepolisian, kalau di Sleman hasil penyelidikan itu iya. Itu teroris,” katanya.

“Jaringan teroris, hanya sekarang ‘lone wolf’ atau dalam jaringan. Lalu, ada suatu pendalaman. Itu murni teror, itu bisa ‘lone wolf’ atau jaringan,” kata Wiranto.

Sedangkan kasus di Tangsel, menurut Wiranto, masih dalam proses penyelidikan yang seksama dari kepolisian.

“Nanti akan ada penjelasan dari Kapolri. Saya sudah dilapori tadi, memang sedang ada penjajakan,” ungkap Wiranto.

Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Suliyono diduga mendapat pengaruh paham radikalisme.

“Dia pernah tinggal di Poso, Sulawesi Tengah dan Magelang. Ada indikasi kuat yang bersangkutan ini mendapat paham radikal yang prokekerasan,” kata Kapolri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Tak hanya itu, Suliyono juga diduga pernah berencana untuk pergi ke Suriah, tapi gagal.

Setelah rencananya ke Suriah tidak terealisasi, Suliyono diduga akhirnya melakukan aksi teror terhadap orang-orang yang dianggapnya kafir.

“Dia pernah mencoba membuat paspor untuk berangkat ke Suriah tapi tidak berhasil, akhirnya dia menyerang “kafir” versi dia,” katanya.

Sementara terkait kemungkinan pelaku anggota jaringan terorisme tertentu atau bekerja sendiri (lone wolf), polisi masih menelusuri. [Celebesnews.id]

Penulis:Ralian

Comments are closed.

Check Also

Bocah SD, Bandar Narkoba di Makassar Buron

MAKASSAR, Seorang anak usia 14 tahun diamankan Polsek Tallo, Makassar setelah kedapatan me…