Home KAWANUA KAWANUA MANADO Antisipasi Peredaran Mie dan Bakso ber Boraks, PD. Pasar dan BBPOM Tandatangani MoU

Antisipasi Peredaran Mie dan Bakso ber Boraks, PD. Pasar dan BBPOM Tandatangani MoU

Komentar Dinonaktifkan pada Antisipasi Peredaran Mie dan Bakso ber Boraks, PD. Pasar dan BBPOM Tandatangani MoU
0
295

MANADO, Pemerintah Kota Manado melalui PD. Pasar menjalin kerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Manado untuk mengantisipasi peredaran mie basah dan bakso yang mengandung bahan berbahaya boraks.

CELEBES NEWS – Ditemukannya peredaran mie basah dan bakso mengandung boraks di pasar tradisional kota Manado oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) kota Manado mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Wali kota Manado, GS. Vicky Lumentut langsung memerintahkan Direktur Utama PD. Pasar, Fery A. Keintjem, SE, Ak untuk melakukan langkah antisipatif dengan memutus rantai penyebaran di tingkat pedagang pasar.

Keseriusan komitmen pun ditunjukan pihak PD. Pasar Manado dengan ditandatanganinya nota kesepahaman atau MoU (memorandum of understanding) bersama BBPOM Manado. “Ini wujud keseriusan Pemkot Manado mengantisipasi peredaran bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks di pasar tradisional. Kita akan putus rantai peredarannya di tingkat pedagang pasar tradisional,” jelas Keintjem di hadapan produsen dan puluhan pedagang mie basah dan bakso sebelum penandatangan nota kesepahaman atau MoU di kantor pusat PD. Pasar, Jumat (9/2/2018) sore tadi.

Keintjem juga menegaskan, pihaknya akan meminta pedagang mie basah dan bakso di pasar tradisional di kota Manado untuk berkomitmen. “Pekan depan kami akan inventarisir pedagang mie basah dan bakso di pasar tradisional. Kami akan minta para pedagang menandatangani kesepakatan dengan PD. Pasar untuk tidak menjual mie basah dan bakso yang mengandung boraks. Jika kedepan kami temui, kami akan memutus kontrak dan pedagang tidak akan kami izinkan lagi berjualan di pasar. Sekalipun dia mengganti jenis dagangannya,” tandas mantan bankir yang terkenal dengan ketegasannya.

Kepala BPOM Manado, Dra. Rustyawati, Apt, M.Kes, Epid sendiri sempat mengingatkan bahaya mie basah dan bakso mengandung boraks. “Kami temukan mie basah dan bakso mengandung boraks ini saat melakukan pengecekan di lapangan. Boraks ini bukan bahan makanan dan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Bisa mengakibatkan kanker dan kematian mendadak. Jika kedepan masih ditemui, baik produsen maupun pedagang bisa di jerat sanksi pidana kurungan,” ujar Rustyawati mengingatkan seraya mengungkaokan saat ini telah ada 2 produsen yang di proses di pengadilan.

Rustyawati juga mengungkapkan, 9 produsen mie basah dan bakso yang ditemukan pihaknya tak berizin. “Kami menemukan produsen mie basah dan bakso ini tak berizin. Produk para produsen ini kategori Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang tergolong Usaha Kecil Menengah (UKM).

Ini domainnya Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. BBPOM hanya pengawasan,” jelas Rustyawati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kota Manado, Ir. Meisje Heidy Naomi Wollah menyarankan produsen mie basah dan bakso untuk menggunakan bahan pengenyal dan pengawet untuk makanan. “Untuk mengenyalkan mie dan bakso, saya anjurkan produsen menggunakan bahan pengenyal yang bisa di makan, yaitu STTP atau STPP (Sodium tripoliposfat). Memang harganya agak mahal, tapi ini aman untuk di makan. Boraks itu bukan bahan makanan, sekalipun di jual bebas. Kami akan terus melakukan pengawasan di lapangan bersama tim terpadu,” kunci Wollah.

Merebaknya informasi peredaran mie basah dan bakso yang mengandung boraks ini setelah surat BBPOM Manado yang ditujukan ke Gubernur Sulut bocor ke tangan wartawan. Informasi ini sempat menjadi viral di media sosial (medsos) dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal ini mempengaruhi pendapatan pedagang dan produsen karena terjadi penurunan omset penjualan di tingkat pedagang eceran. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Parkir di Tempat Terlarang Hiasi Ramadhan Hari Pertama di Manado

MANADO, Parkir kendaraan roda 4 (R4) dan roda 2 (R2) di tempat terlarang menghiasi hari pe…