Home CAKRAWALA MANCANEGARA Menhan Singapura:Atasi Laut China Selatan ASEAN Harus Berunding

Menhan Singapura:Atasi Laut China Selatan ASEAN Harus Berunding

Komentar Dinonaktifkan pada Menhan Singapura:Atasi Laut China Selatan ASEAN Harus Berunding
0
99

SINGAPURA, China dan kesepuluh anggota ASEAN telah mengesahkan kerangka perundingan menyangkut tata perilaku di Laut China Selatan pada Agustus dan telah memulai pembicaraan. Wilayah yang disengketakan dan merupakan jalur perairan sibuk itu sebagian besar dikendalikan oleh China dan juga diklaim oleh beberapa anggota ASEAN.

CELEBES NEWS – Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen mengatakan, Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) berharap bisa mempercepat perundingan tata perilaku dengan China untuk wilayah Laut China Selatan.

Namun, ia mengingatkan bahwa agar perjanjian tersebut dapat terwujud dalam waktu satu tahun adalah pemikiran yang tidak realistis.

China dan kesepuluh anggota ASEAN telah mengesahkan kerangka perundingan menyangkut tata perilaku di Laut China Selatan pada Agustus dan telah memulai pembicaraan. Wilayah yang disengketakan dan merupakan jalur perairan sibuk itu sebagian besar dikendalikan oleh China dan juga diklaim oleh beberapa anggota ASEAN.

“Kami berharap (perundingan tata perilaku) ini akan dipercepat tapi ini adalah masalah yang sangat sangat rumit,” kata Ng Eng Hen kepada para wartawan setelah pertemuan para menteri pertahanan ASEAN, Kamis (8/2/2018).

Dia menyebut, sengketa ini telah berlangsung seabad. “Mengharapkan (tata perilaku terwujud) dalam satu tahun adalah tidak realistis,” katanya.

ASEAN dan China menyambut pengesahan kerangka perundingan sebagai sebuah tanda kemajuan.

Namun, kegagalan menggariskan tujuan awal untuk membuat tata perilaku menjadi aturan mengikat telah memunculkan keraguan soal efektivitas kesepakatan tersebut.

Negara-negara ASEAN yang mengklaim bagian-bagian di Laut China Selatan telah sekian lama berharap bisa mewujudkan tata perilaku yang mengikat secara hukum dengan China dan dapat dilaksanakan di perairan wilayah itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan pada Rabu (7/2/2018), bahwa Beijing telah bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk mewujudkan tata perilaku yang dapat diterima semua pihak di kawasan.

Namun, China terus meningkatkan secara cepat pengerahan militernya di Laut China selatan. Angkatan Uara China mengatakan dalam pernyataan pada Rabu bahwa jet-jet tempur Su-35 milik China baru-baru ini sudah mengambil bagian dalam patroli tempur di Laut China Selatan.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan, Selasa (6/2/2018), beberapa rekannya di ASEAN telah menyampaikan kekhawatiran soal kegiatan yang dilancarkan oleh China di wilayah-wilayah sengketa di Laut China Selatan, termasuk dengan melakukan reklamasi.

Empat negara ASEAN, yaitu Malaysia, Brunei, Vietnam dan Filipina menyatakan sebagai pemilik beberapa atau seluruh bagian Laut China Selatan beserta dangkalan, karang dan pulau-pulaunya.

Taiwan juga memiliki klaim atas wilayah itu.

Singapura merupakan ketua ASEAN untuk tahun 2018 dan pekan ini menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri luar negeri dan menteri pertahanan.[Celebesnews.id]

Penulis:Ralian

Comments are closed.

Check Also

Arab-Paris Gelar Konferensi Internasional untuk Yaman di Paris

PARIS, Konferensi internasional digelar dalam mengatasi kemanusiaan di Yaman. Pasalnya, le…