Home CAKRAWALA MANCANEGARA Diprotes Suku Kurdi, Paus Sematkan Medali Malaikat Mencekik ‘Setan Perang’

Diprotes Suku Kurdi, Paus Sematkan Medali Malaikat Mencekik ‘Setan Perang’

Komentar Dinonaktifkan pada Diprotes Suku Kurdi, Paus Sematkan Medali Malaikat Mencekik ‘Setan Perang’
0
203

VATIKAN, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan terima kasih ke Paus atas sikap pimpinan tertinggi Katolik itu yang melawan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

CELEBES NEWS – Pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan pimpinan katolik tertinggi Paus Fransiskus diwarnai unjuk rasa militan Kurdi Suria. Mereka memerotes kebijakan Turki terhadap Kurdi.
Untuk mengamankan Erdogan, ratusan polisi dikerahkan untuk menghalau pengunjukrasa suku Kurdi. Para pengunjuk rasa memerotes atas perlakuan Turki terhadap suku Kurdi. Bentrokan tidak terhindari atara aparat keamanan dan pengunjuk rasa Turki.
Unjuk rasa itu mengakibatkan dua orang suku Kurdi ditahan polisi.

Dilansir AFP, Selasa (6/2/2018), pertemuan berlangsung di Kota Vatikan pada Senin (5/2/2018) waktu setempat.
Pertemuan itu berlangsung sekitar 50 menit. Selanjutnya, Paus memberikan Erdogan medali yang berukir bentuk malaikat yang mencekik ‘setan perang’. Ini adalah simbol perdamaian dan keadilan.

Erdogan menyampaikan terima kasih ke Paus atas sikap pimpinan tertinggi Katolik itu yang melawan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Kami mendukung status quo dan kami punya keinginan untuk melindungi itu,” kata Erdogan dalam wawancara yang dipublikasikan Minggu (4/2/2018).

Diketahui, kunjungan Erdogan merupakan kali pertama yang dilakukan pemimpin Turki selama 60 tahun terakhir. Mereka mendiskusikan perihal pengungsi dan situasi di Timur Tengah.

“Juga soal referensi khusus yang terkait status Yerusalem,” kata pernyataan dari pihak Vatikan.

Sebelum Erdogan datang pada hari Minggu, otoritas Italia telah mengerahkan 3.500 personel polisi dan melarang demonstrasi selama 24 jam. Namun itu tak menghentikan aksi protes yang dilakukan 30 orang dari asosiasi Kurdi di Italia.

Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan operasi militer bertajuk ‘Ranting Zaitun’ melawan milisi Kesatuan Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG). Ankara melihat YPG sebagai kelompok teror yang mengancam teritorial Turki.

Militer Turki dan aliansi Ankara yang didukung pemberontak Suriah mencoba mengusir YPG dari perbatasan barat di Afrin. Namun operasi Ranting Zaitun menuai perlawanan sengit.

“Di Afrin, sebuah kejahatan kemanusiaan yang baru sedang berlangsung,” kata asosiasi Kurdi.

“Setiap keluarga telah kehilangan dua atau tiga anak, namun apa salah orang-orang Kurdi? Inikah balasan dari perang melawan Daesh (ISIS)?,” kata Rasho Mohmad, warga Kurdi Suriah.

Pertemuan Paus dan Erdogan sangat disayangkan oleh warga Kurdi. Pasalnya, orang pertama Turki itu banyak mengorbankan suku kurdi. Selain itu Erdogan dianggap sebagai pembunuh bagi warga Kurdi. [Celebesnews.id]

Penulis:Ralian

Comments are closed.

Check Also

Unjuk Rasa di Perbatasan Gaza 2 Warga Palestina Tewas

GAZA CITY, Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan,sedikitnya 270 warga Palestina lain…