Home CAKRAWALA SOSIAL DAN BUDAYA Hutan Wanagama Sebagai Wahana Pembelajaran Atraktif

Hutan Wanagama Sebagai Wahana Pembelajaran Atraktif

Komentar Dinonaktifkan pada Hutan Wanagama Sebagai Wahana Pembelajaran Atraktif
0
254

GUNUNG KIDUL – Sebagian hutan pendidikan Wanagama di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, milik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menjadi wahana pembelajaran yang atraktif, salah satunya melalui Wanagama Paksi.

CELEBES NEWS – Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno di Gunung Kidul, Minggu (4/2/2018), mengatakan satwa maupun tumbuhan liar di dalam hutan dan disekitarnya termasuk komponen yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam. Burung dan satwa liar lainnya yang hidup di dalam hutan harus tetap terjaga kelestariannya.

Oleh karena itu, pembangunan “Dome Wanagama Paksi” dapat menjadi sarana pelestarian burung sekaligus dapat menjadi objek dan daya tarik wisata untuk kawasan ini, khususnya untuk wisata pendidikan dan konservasi alam.

“Selaras dengan misi Hutan Pendidikan Wanagama I sebagai tempat edukasi dan konservasi alam, maka pembangunan Dome Wanagama Paksi ini diharapkan dapat mendukung upaya dan komitmen dari misi pelestarian satwa,” katanya.

Sebagai informasi, pembangunan Wanagama Paksi dikarenakan Wanagama yang terus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan di Indonesia membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia memperpanjang ijin pengelolaan Wanagama melalui SK 493/Menlhk-Setjen/2015 sebagai KHDTK dengan luasan 622,25 ha. Atas dasar fungsi edukasi di ini maka Wanagama di arahkan menjadi Eco Edu Forest (WG-Eco Edu Forest).

Wanagama Paksi dibangun di Petak 16 atas dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Gunma Safari Park dari Jepang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Taman Safari Indonesia (TSI), Yayasan Alumni Fakultas Kehutanan Angkatan 1975 (Yayasan Toemo Silva Gama), dan Kebun Binatang Gembira Loka. Wanagama Paksi saat ini berupa bangunan dome yang berisi puluhan jenis burung sebagai media pembelajaran yang atraktif tentang konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Lebih lanjut Wiratno sangat mengapresiasi dengan terwujudnya wadah untuk akselerasi pengetahuan tentang Aves dan kegiatan konservasi burung yang ada di Indonesia.

“Pembangunan Dome Wanagama Paksi ini tentu saja mendapat dukungan dari para pihak. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Yayasan Gunma Safari Park, PT Taman Safari Indonesia, Yayasan Toema yang turut andil dalam mendukung komitmen konservasi sehingga dapat dibangun Dome.

Wanagama Paksi sebagai tempat untuk kegiatan edukasi konservasi kepada masyarakat umum, khususnya pelajar dan mahasiawa,” katanya.

Harapan ke depan, Dome Wanagama Paksi ini dapat dijadikan sebagai sarana penyadartahuan kepada masyarakat agar ikut berkomitmen terhadap konservasi alam dan menumbuhkan ide-ide riset terbaru khususnya riset mengenai Aves dan upaya-upaya pelestariannya, serta sebagai tonggak baru dalam penyebarluasan semangat komitmen konservasi Aves secara massive kepada seluruh elemen masyarakat.

Pada pengelolaan Hutan Wanagama I khususnya Dome Wanagama Paksi secara efektif perlu sinergi dan kolaborasi dengan memposisikan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam berbagai model pengelolaan kawasan dan meningkatkan networking atau jejaring kerja antara pengelola, pemerintah daerah, para mitra, LSM, Karang Taruna dan para pihak lain yang terkait lainnya.

Sebagai informasi, soft launching Wanagama Paksi ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Presiden Gunma Safari Park, Dirjen KSDAE KLHK, Direktur Taman Safari Indonesia, Direktur Gembira Loka dan Komisaris dan Pengurus Yayasan Toemo Silva Gama. [celebesnews.id]

Penulis : Ajie

Comments are closed.

Check Also

Wagub DKI Resmikan Pusat Kebudayaan Betawi di Taman Impian Jaya Ancol

JAKARTA, Dengan berdirinya pusat Kebudayaan Betawi diyakini sekitar 1,2 juta pengunjung ak…