Home KOTA KOTA MANADO PEMKOT MANADO Ada Qasidah di Tulude, Wali Kota Manado: Tulude Jadi Bagian Dari Masyarakat Manado

Ada Qasidah di Tulude, Wali Kota Manado: Tulude Jadi Bagian Dari Masyarakat Manado

Comments Off on Ada Qasidah di Tulude, Wali Kota Manado: Tulude Jadi Bagian Dari Masyarakat Manado
0
125

MANADO, Wali kota Manado, GS. Vicky Lumentut menegaskan perayaan adat Tulude telah menjadi bagian dari Masyarakat Kota Manado.

CELEBES NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bersama Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia Sangihe Sitaro dan Talaud  Sulawesi Utara (IKKISST Sulut) menggelar pesta adat Tulude yang dirangkai dengan pagelaran kerukunan umat beragama tahun 2018, di God Bless Park (Taman Berkat), Jalan Piere Tendean Boulevard, Kecamatan Sario, Sabtu (03/02/2018) sore hingga malam kemarin.

Agenda tahunan masyarakat Nusa Utara sebagai penutup perayaan tahun baru (Kunci Taon) 2018 tersebut, mengangkat tema dalam bahasa Nusa Utara “Mirom Pedarame Ghighile Sengkanaung Mahi Mesunduang Sunau Igengonalangi Ikitek Kebi Riading Mawu Ruata Mengapai” yang artinya kedamaian hendaklah rukun, mari sehati sepikir di bawah tuntunan Allah, karena kita ciptaan Tuhan. Acara yang di hadiri ribuan masyarakat Nusa Utara yang tinggal di Manado serta para pemuka agama di daerah ini.

Wali kota Manado, DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA yang hadir bersama isteri yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan  Keluarga (TP-PKK) Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA dan Wakil Wali kota Mor Dominus Bastiaan SE bersama isteri sebagai Wakil Ketua TP-PKK Manado Imelda Bastiaan Markus SE dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada IKKISST Sulut yang berkolaborasi dengan Pemkot Manado menggelar pesta adat Tulude. Upacara ini, kata orang nomor satu di Manado itu, tidak hanya mengandung makna yang sangat dalam bagi masyarakat Nusa Utara yang ada di Manado, namun telah menjadi salah satu Calender of Iven pariwisata Kota Manado.

“Pesta adat Tulude ini telah menjadi bagian dari Kota Manado. Tidak hanya bagi warga Kota Manado asal Nusa Utara, Sangihe, Sitaro maupun Talaud, tetapi juga telah menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kota Manado. Apalagi, Manado telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu dari 15 destinasi wisata di Indonesia,” ujar Wali kota.

Ia menuturkan, pelaksanaan pesta adat Tulude tahun 2018 juga dirangkai dengan pagelaran kerukunan antar umat beragama di Kota Manado. “Mari kita pelihara terus semangat kerukunan dan toleransi dalam mewujudkan harmonisasi kehidupan umat beragama serta keberagaman budaya, suku dan etnis yang ada di Manado. Jadikan Manado Rumah Kita Bersama, sehingga kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk ikut membangun Kota Manado,” jelas Wali kota pilihan warga kota Manado itu.

Sebelumnya, Ketua IKKISST Sulut, Drs Agustinus Tahendung menjelaskan Tulude dipercaya oleh leluhur di Kepulauan Nusa Utara sejak ratusan tahun lalu. Dimana, perayaan ini dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 31 Januari oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Sangihe, Sitaro dan Talaud. “Mula-mula Tulude berasal dari kata suhu de sama dengan tolak atau meninggalkan tahun lama dan menerima tahun baru. Oleh leluhur masyarakat Satal, kala itu mereka sebagai ahli filsafat memilih bintang keempat, karena posisinya tegak lurus dari atas ke bawah dan bintang keempat itu disebut arengg e bituing kada demahe. Tujuan perayaan Tulude kali ini untuk mensyukuri berkat Tuhan di tahun yang lalu, dan mengharapkan pertolongan Tuhan di tahun yang baru, agar pemerintah dan masyarakat Kota Manado selalu dilindungi dan diberkati oleh yang Maha Kuasa,” jelas Tahendung, yang juga salah seorang Staf Khusus Walikota Manado.

Pesta adat Tulude diawali dengan prosesi arak-arakan Kue Tamo yang merupakan kue khas Tulude dari gereja GMIM Imanuel Bahu menuju God Bless Park.

Pesta adat Tulude tahun 2018 semakin semarak dengan berbaurnya lapisan masyarakat dari berbagai agama, suku dan etnis yang ada di Kota Manado. Sebagai iven pariwisata, dalam pesta adat Tulude ini ditampilkan sejumlah atraksi yang melambangkan kerukunan di Kota Manado seperti tarian Gunde, masamper, musik bambu, Qasidah, paduan suara dan lain sebagainya.

Tampak pula sejumlah unsur Muspida Kota Manado dan para pejabat kepala Perangkat Daerah (PD) di jajaran Pemkot Manado ikut hadiri di pesta adat yang sarat ritual dan seni budaya masyarakat Nusa Utara. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Pengangguran Turun 4,92 Persen, Disnaker Manado Sediakan 1329 Lowker di Job Fair 2018

MANADO, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Manado menyediakan 1329 Lowongan Kerja pada …