Home CAKRAWALA HUKUM Menangkan PT. Malisya, PN Kotamobagu Tolak Gugatan 104 Orang Warga Tiberias

Menangkan PT. Malisya, PN Kotamobagu Tolak Gugatan 104 Orang Warga Tiberias

Comments Off on Menangkan PT. Malisya, PN Kotamobagu Tolak Gugatan 104 Orang Warga Tiberias
0
287

KOTAMOBAGU, Pengadilan Negeri Kota Kotamobagu memenangkan pihak Tergugat PT. Malisya Sejahtera dengan menolak gugatan 104 warga desa Tiberias lewat putusan Sela.

CELEBES NEWS – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Kotamobagu yang dipimpin Hakim Warsito, SH menolak gugatan perdata 104 orang warga desa Tiberias Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang di pimpin Meike Tumentel Singkoh (istri Abner Patras) terhadap PT. Malisya Sejahtera melalui putusan Sela nomor : 66/pdt.G/2017/PN.Ktg.

Dalam sidang yang di gelar di PN Kota Kotamobagu Rabu (17/1/2018), majelis hakim yang dalam pertimbangannya berpendapat gugatan para Penggugat merupakan ranah administrasi Tata Usaha Negara (TUN) sehingga PN Kota Kotamobagu tidak berwenang untuk menerima, memutuskan, dan mengadili perkara Aquo.

Kuasa hukum PT Malisya Sejahtera, Martin Risman Simanjuntak SH, MH ke Celebesnews mengungkapkan atas dasar putusan hukum ini, PT Malisya Sejahtera memiliki hak atas tanah yang di lindungi secara hukum. “Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan dua badan pengadilan yakni Pengadilan Tata Usaha Negara maupun Pengadilan Negeri sudah sangat sah dan meyakinkan secara hukum PT. Malisya Sejahtera memiliki hak atas tanah Hak Guna Usaha (HGU) seluas 177,132 Ha, yang berlokasi di Desa Tiberias, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolmong,” ujar Simanjuntak, Senin (22/1/2018) sore tadi.

Simanjuntak juga merincikan amar putusan Sela Majelis Hakim terkait permasalahan kepemilikan hak atas tanah di desa Tiberias, yakni ;

1. Menyatakan Gugatan Para Penggugat tidak dapat diterima;
2. Menyatakan Para Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini

Selain itu, lanjut Simanjuntak, gugatan para Penggugat yang mendasarkan pada sah atau tidaknya proses penerbitan Sertifikat HGU No. 02 tahun 2001 atas nama PT Malisya Sejahtera sudah di putuskan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado pada tanggal 4 Juli 2017. “Kalau gugatan itu, PTUN Manado sudah memutuskan bahwa Abner Patras Dkk (Suami dari Meike Tumentel Singkoh) sebagai Penggugat dalam Perkara PTUN tidak memiliki kepentingan untuk mengajukan gugatan tersebut lewat putusan nomor : 91/G/2017/PTUN.Mdo. Putusan Penggadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar juga telah menguatkan putusan PTUN Manado melalui putusan nomor : 182/B/2017/PT.TUN.MKS,” ungkap Simanjuntak.

Menurut Simanjuntak, putusan ini karena majelis Hakim berpendapat HGU yang dimiliki PT Malisya Sejahtera sejak tahun 2001 secara prosedural telah memenuhi segala prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Sertifikat yang dikeluarkan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bolaang Mongondow ke PT Malisya Sejahtera telah sah dan telah memenuhi segala ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Putusan ini juga merupakan angin segar bagi para pencari keadilan dan kebenaran, khususnya bagi Investor untuk mendapatkan jaminan hukum guna kelangsungan pembangunan Kelapa di wilayah Bolmong dan propinsi Sulawesi Utara pada umumnya, kata Simanjuntak.

Kuasa hukum PT Malisya Sejahtera berkepala plontos ini juga mengingatkan dan menghimbau agar para pihak menghormati hasil putusan hakim tersebut dengan tidak melakukan tindakan tindakan main hakim sendiri yang dapat menyebabkan terganggunya kegiatan operasional PT Malisya Sejahtera. “Apabila masih terjadi gangguan ke karyawan PT Malisya Sejahtera di lapangan maka kami akan mengunakan hak untuk menempuh jalur hukum tersendiri terhadap pihak-pihak yang menganggu jalannya kegiatan usaha kelapa PT Malisya Sejahtera,” ingat Simanjuntak.

Untuk diketahui, polemik ini berawal saat sekelompok orang warga desa Tiberias yang di pimpin Abner Patras menguasai lahan HGU perkebunan Kelapa milik PT. Malisya Sejahtera secara tidak sah. Lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 177,132 Ha, berlokasi di Desa Tiberias, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow sejak tahun 2001 telah di miliki PT Malisya Sejahtera dengan memperoleh Izin Usaha Perkebunan (IUP) Perkebunan Kelapa, dan perizinan-Perizinan lainnya dari Pemerintah Daerah sesuai disyaratkan dalam Peraturan-Perundang-Undangan yang berlaku. Namun, sejak awal tahun 2015 hingga saat ini, kegiatan investasi perusahaan yang direncanakan untuk pengembangan industri berbasis kelapa secara terpadu mulai dari hulu (produksi benih kelapa bersertifikat) sampai ke industri hilir (pengolahan beragam produk) belum dapat dilaksanakan karena mendapat gangguan dari sekelompok masyarakat.

Bahkan, karena mendapat tekanan dari sekelompok masyarakat, Pejabat Bupati Bolmong kala itu justru mencabut izin HGU PT Malisya Sejahtera (Surat Pejabat Bupati Bolmong) melalui surat nomor : 53/03/IX/2016 tertanggal 15 September 2016,  yang sebenarnya secara hukum bukan merupakan kewenangannya.

Pihak PT. Malisya Sejahtera pun menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado. Akhirnya pada tanggal 24 November 2016, PTUN Manado telah membatalkan Surat Pejabat Bupati Bolmong dan putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht Van Gewijsde). Dengan keluarnya putusan PTUN Manado itu, Pejabat Bupati Bolmong kala itu mengeluarkan surat nomor : 68/03/XII/2016 tertanggal 9 Desember 2016 yang berisi pembatalan surat pencabutan izin HGU Perusahaan yang dikeluarkan Pejabat Bupati sebelumnya.

Merasa tidak puas, 250 orang yang mengaku penduduk desa Tiberias, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) di pimpin Abner Patras melayangkan gugatan terhadap Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) dan BPN Kabupaten Bolaang Mongondow sebagai pihak Tergugat I dan II, atas kepemilikan HGU dan IUP milik tergugat intervensi PT. Malisya Sejahtera ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado. Namun, lagi-lagi putusan PTUN Manado dan PTTUN Makassar memenangkan PT. Malisya Sejahtera. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Anak Terjerat Narkoba, Walau Banyak Dukungan Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih

JAKARTA, Menyusul pemberitaan ketiga anak dan menantunya yang terjerat kasus narkoba akun …