Home CAKRAWALA POLITIK Mahar dalam Pilkada Harus Diperangi

Mahar dalam Pilkada Harus Diperangi

Comments Off on Mahar dalam Pilkada Harus Diperangi
0
51

JAKARTA, Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta menyatakan uang mahar yang disinyalir sering diminta parpol kepada paslon peserta Pilkada, adalah suatu bentuk politik uang yang harus diperangi. Praktek uang mahar ini membuat politik menjadi berbiaya tinggi, dan merusak proses yang demokratis.

CELEBES NEWS – “Mahar dalam Pilkada adalah bentuk dari politik uang yang harus kita perangi. Praktek ini membuat Pilkada kita jadi high cost. Juga efek merusaknya itu, bisa membuat dukungan kepada tokoh itu ditentukan oleh uang mahar, bukan karena calon itu adalah orang yang bagus, yang mumpuni. Sementara ada tokoh yang bagus tidak dapat dukungan karena nggak mampu bayar mahar. Bisa rusak proses demokrasi kita,” kata Kaka di arena Konggres KIPP Indonesia di Aula Soegondo Djojopuspito, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (14/1/2018) pagi.

Menurut dia, hal yang juga menjadi kekhawatiran adalah minimnya adu program, dan menguatnya politik identitas dalam Pilkada kita. Terlebih lagi dengan fenomena paslon tunggal di berbagai daerah, yang menghadapkan pemilih pada tidak adanya alternatif paslon.

“Maka kami khawatir fenomena ini membuat rakyat makin tidak bersemangat lagi. Karena daerah yang Pilkadanya hanya diikuti paslon tunggal, makin banyak saja. Pemilih dihadapkan pada kenyataan tidak adanya alternatif paslon. Jadi sudah pasti tidak ada adu program, ya tidak menarik lagi akhirnya,” kata Kaka. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

FPKS Inginkan Makna Perzinaan Diperluas di KUHP

JAKARTA – Rancangan Undang Undang (RUU) KUHP yang kini tengah dibahas DPR, akan teru…