Home CAKRAWALA POLITIK Paslon Tunggal, Diduga Karena Masyarakat Sudah Jenuh

Paslon Tunggal, Diduga Karena Masyarakat Sudah Jenuh

Komentar Dinonaktifkan pada Paslon Tunggal, Diduga Karena Masyarakat Sudah Jenuh
0
141

JAKARTA, Salah satu hal yang menarik dalam Pilkada Serentak 2018 ini adalah meningkatnya jumlah pasangan calon (paslon)tunggal. Menurut Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja, meningkatnya jumlah paslon tunggal menjadi 13 daerah (Pilkada Serentak sebelumnya 9 daerah), diprediksi karena masyarakat di daerah tersebut sudah jenuh.

CELEBES NEWS – “Jumlah calon tunggal pada Pilkada Serentak 2018 ini meningkat. Kalau pada Pilkada Serentak sebelumnya hanya ada 9 di daerah, tahun ini ada di 13 daerah. Saya tidak tahu kenapa. Prediksi saya, mungkin masyarakat di daerah itu sudah jenuh. Karena bolak-balik Pilkada tidak ada perubahan yang signifikan,” kata Rahmat dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018) siang.

Menurut dia, kondisi seperti ini akan membuat Pilkada tidak lagi bergairah, dan tidak ada lagi adu program pembangunan. Dan akibatnya rakyat pun makin tak bersemangat, karena tidak ada alternatif. Bagja menyayangkan tidak munculnya kader-kader terbaik dari parpol setempat sebagai calon Kepala Daerah. Hal ini bisa jadi karena pengkaderan di parpol tidak berjalan baik.

“Bisa jadi ini karena pengkaderan di parpol setempat juga tidak berjalan dengan baik. Sehingga setiap ada Pilkada, parpol-parpol memang tidak punya stok kader yang layak diajukan sebagai calon Kepala Daerah. Dan parpol lebih senang jadi pendukung calon diluar parpolnya yang maju,” jelas dia.

Dia menambahkan bahwa kondisi masyarakat yang sudah jenuh dan parpol yang tidak aktif mencetak kader-kader yang mumpuni, adalah hal-hal yang membahayakan pembangunan demokrasi. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Sohibul Yakin Politik Uang Tak Kuat Pengaruhnya

JAKARTA – Politik uang hingga kini dianggap sebagai alat yang efektif untuk ‘m…