Home CAKRAWALA POLITIK La Nyalla Tuding Prabowo Lakukan Politik Uang, Elit Gerindra Terbelah

La Nyalla Tuding Prabowo Lakukan Politik Uang, Elit Gerindra Terbelah

Komentar Dinonaktifkan pada La Nyalla Tuding Prabowo Lakukan Politik Uang, Elit Gerindra Terbelah
0
970

JAKARTA, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dituding La Nyalla Mattalitti melakukan politik atas rekomendasi menjadi calon gubernur Jawa Timur. Petinggi partai Geridra meminta adanya proses hukum, dan petinggi partai Gerindra lainnya meminta agar tidak membawa ke ranah hukum.

CELEBES NEWS – La Nyalla Mattalitti menuding Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mensyaratkan penyetoran dana hingga miliaran rupiah agar bisa mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra untuk maju di pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Atas tindakan tersebut, Prabowo mengancam akan melakukan ke proses hukum.

“Arahan dari pimpinan akan diproses secara hukum,” tegas Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudhajid di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Namun, dia masih enggan membeberkan langkah hukum apa yang akan dilakukan Gerindra atas tudingan mantan Ketua Umum PSSI itu. Tudingan La Nyalla masih dibahas diinternal partai.

Namun demikian, Sodik menuturkan, sikap Prabowo sangat tenang menghadapi tudingan La Nyalla. Permintaan mantan Pangkostrad itu agar masalah tersebut diproses hukum agar masyarakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Sikap Pak Prabowo ya cool dan tenang saja. Beliau minta kami semua tenang dan jangan reaktif,”terang Sodik yang juga menjabat wakil ketua Komisi VIII DPR itu.

Terkait tudingan La Nyalla, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan tudingan itu kemungkinan didasari suasana hati yang kurang enak, karena tidak bisa maju dalam Pilgub Jawa Timur. Gerindra menghormati sikap La Nyalla.

Berbeda dengan Sodik, Ahmad Riza Patria berpendapat tudingan La Nyalla tidak perlu dibawa ke ranah hukum untuk menjaga kesejukan Pilkada Serentak 2018.

“Kami menghormati Pak La Nyalla yang selama ini menjadi kader Partai Gerindra. Beliau juga ikut berproses membangun dan membesarkan partai,”ujarnya.

Sebelumnya, dalam Konfrensi pers di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018), La Nyalla menyampaikan dirinya didukung oleh ulama untuk maju di Pilgub Jatim 2018. Namun, terganjal lantaran diminta mempersiapkan uang miliarian rupiah oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya akhirnya lapor para ulama di Jatim dan Jakarta, termasuk ke Amien Rais (Ketua Dewan Kehormatan PAN) dan Ibu Rachma (Waketum Gerindra- Rachmawati Soekarnoputri), saya sampaikan keluhan saya,” ujar La Nyalla.

Kepada Amien Rais dan Rachmawati, La Nyalla mengatakan, bahwa bukannya dia tak sanggup mengemban tugas dari Gerindra soal syarat uang, namun dia ingin rekomendasi Pilgub Jatim keluar terlebih dahulu sebelum membayarkan syarat itu.

“Saya tidak mau menyerahkan di depan, saya maunya di belakang, setelah semuanya selesai dulu, baru saya dikatakan kalau disuruh bayar, saya bayar, kalau dikatakan uang saksi, ya kan itu 2018, waktu itu masih lama dari 2018. Karena saya tidak bisa menyiapkan 40 M di tanggal 20 Desember 2017, saya kembalikan Surat Mandat nya,” sebut La Nyalla.

Sampai Ustaz Abdul Rasyid bikin surat resmi dari Presidium Alumni 212, diserahkan sendiri oleh Ustaz Al-Khaththath, ketemu sendiri dengan ketua-ketua partai, tapi nggak ada yang ditanggapi,” beber La Nyalla.

La Nyalla mendapatkan surat mandat dari Prabowo pada 11 Desember lalu. Surat mandat tersebut berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember.

Dalam surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 itu dijelaskan bahwa nama La Nyalla sebagai cagub Jatim sedang diproses DPP Partai Gerindra. Karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan.

La Nyalla mengaku kecewa tidak mendapat rekomendasi dari Gerindra, dan pengorbanannya untuk Gerindra selama ini sepertinya sia-sia saja.

“Saya ini kader partai yang berjuang untuk Gerindra dan 08 (Prabowo) dari 2009 sampai 2018, Ultah Bu Rachma di Hambalang saya dipanggil ketemu sama 08 (Prabowo), disampaikan saya ingin maju, kemudian saya minta izin. Sudah pernah ketemu Amien Rais, terakhir sama Prabowo sudah oke, katanya.

“Prabowo sempat omong, ‘kamu sanggup 200 miliar?’ 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim,’ tutur La Nyalla.

La Nyalla kecewa terhadap sikap Prabowo. Dia lalu menyerukan kepada seluruh ulama dan Presidium Alumni 212 agar tak mau lagi dijadikan alat politik.

“Biar yang mengganjal ini tanggung jawab saya, saya ingatkan ulama dan umat 212, jangan mau lagi ditumpang-tumpangi sama partai yang nggak jelas,” tegas La Nyalla. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Sohibul Yakin Politik Uang Tak Kuat Pengaruhnya

JAKARTA – Politik uang hingga kini dianggap sebagai alat yang efektif untuk ‘m…