Home CAKRAWALA POLITIK Gagal Maju Pilgub Jatim 2018, La Nyalla Beberkan Politik Uang Ketum Gerindra

Gagal Maju Pilgub Jatim 2018, La Nyalla Beberkan Politik Uang Ketum Gerindra

Comments Off on Gagal Maju Pilgub Jatim 2018, La Nyalla Beberkan Politik Uang Ketum Gerindra
0
340

JAKARTA, Tudingan Politik Uang La Nyalla Mattalitti, Pada Ketum Gerindra Prabowo Subianto, mencuat setelah gagal maju di Pilgub Jatim 2018.

CELEBES NEWS-Gagal maju di Pilgub Jatim 2018, La Nyalla Mattalitti menyerang Gerindra dan Ketua Umum Prabowo Subianto dengan tudingan politik uang miliaran rupiah sebagai syarat keluarnya rekomendasi.

Dalam konferensi pers di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018), La Nyalla menyampaikan dirinya didukung oleh ulama untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

Namun dia tetap saja gagal mendapat rekomendasi dan malah mendapat syarat uang miliaran rupiah.

“Saya akhirnya lapor para ulama di Jatim dan Jakarta, termasuk ke Amien Rais (Ketua Dewan Kehormatan PAN) dan Ibu Rachma (Waketum Gerindra- Rachmawati Soekarnoputri), saya sampaikan keluhan saya,” ujar La Nyalla.

Kepada Amien Rais dan Rachmawati, La Nyalla mengatakan, bahwa bukannya dia tak sanggup mengemban tugas dari Gerindra soal syarat uang, namun dia ingin rekomendasi Pilgub Jatim keluar terlebih dahulu sebelum membayarkan syarat itu.

“Saya tidak mau menyerahkan di depan, saya maunya di belakang, setelah semuanya selesai dulu, baru saya dikatakan kalau disuruh bayar, saya bayar, kalau dikatakan uang saksi, ya kan itu 2018, waktu itu masih lama dari 2018. Karena saya tidak bisa menyiapkan 40 M di tanggal 20 Desember 2017, saya kembalikan Surat Mandat nya,” sebut La Nyalla.

Amien Rais hingga Rachmawati mengupayakan pencalonannya, namun lagi-lagi usaha itu nihil hasilnya, kata La Nyalla.

“Tapi nyatanya yang dilakukan Bu Rachma, Pak Amien, Ustaz Aminuddin semua sia-sia.

Sampai Ustaz Abdul Rasyid bikin surat resmi dari Presidium Alumni 212, diserahkan sendiri oleh Ustaz Al-Khaththath, ketemu sendiri dengan ketua-ketua partai, tapi nggak ada yang ditanggapi,” beber La Nyalla.

La Nyalla mendapatkan surat mandat dari Prabowo pada 11 Desember lalu. Surat mandat tersebut berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember.

Dalam surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 itu dijelaskan bahwa nama La Nyalla sebagai cagub Jatim sedang diproses DPP Partai Gerindra. Karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan.

La Nyalla mengaku kecewa tidak mendapat rekomendasi dari Gerindra, dan pengorbanannya untuk Gerindra selama ini sepertinya sia-sia saja.

“Saya ini kader partai yang berjuang untuk Gerindra dan 08 (Prabowo) dari 2009 sampai 2018, Ultah Bu Rachma di Hambalang saya dipanggil ketemu sama 08 (Prabowo), disampaikan saya ingin maju, kemudian saya minta izin. Sudah pernah ketemu Amien Rais, terakhir sama Prabowo sudah oke,” katanya.

“Prabowo sempat omong, ‘kamu sanggup 200 miliar?’ 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim,’ tutur La Nyalla.

Mantan Ketum PSSI itu kecewa terhadap sikap Prabowo. Dia lalu menyerukan kepada seluruh ulama dan Presidium Alumni 212 agar tak mau lagi dijadikan alat politik.

“Biar yang mengganjal ini tanggung jawab saya, saya ingatkan ulama dan umat 212, jangan mau lagi ditumpang-tumpangi sama partai yang nggak jelas,” tegas La Nyalla.

Seperti diketahui, La Nyalla sempat didakwa menyalahgunakan wewenang dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 hingga 2014, namun Majelis hakim memvonis bebas atas kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur periode 2011-2014 tersebut.

Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim Sumpeno menyatakan La Nyalla Mattalitti tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer maupun subsider, dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada sidang yang digelar, Selasa (27/12/2016) lalu. [Celebesnews.id]

Penulis : Achmad

Comments are closed.

Check Also

Belum Bersikap Tegas, PAN Ingin Dapat Nilai Tinggi

JAKARTA – Publik melihat ketidakkompakkan elit PAN dalam menyikap soal Capres untuk …