Home CAKRAWALA EKONOMI Pemerintah Jaga Inflasi 2-4 Persen pada 2018

Pemerintah Jaga Inflasi 2-4 Persen pada 2018

Komentar Dinonaktifkan pada Pemerintah Jaga Inflasi 2-4 Persen pada 2018
0
139

JAKARTA – Pemerintah akan menjaga tingkat inflasi 2018 pada kisaran 2,5-4,5 persen dan mempertahankan daya beli masyarakat melalui beberapa regulasi strategis seperti penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas penting di dalam negeri.

CELEBES NEWS – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/1/2018), mengatakan bahwa pada 2017, secara keseluruhan laju inflasi terkendali. Bahkan, tingkat inflasi tercatat sebesar 3,61 persen atau di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 4,3 persen.

“Kita akan tetap mengusahakan untuk mengendalikan inflasi pada tahun-tahun selanjutnya, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak sia-sia,” jelas Enggartiasto.

Beberapa kebijakan Kementerian Perdagangan sepanjang 2017 yang mampu menahan laju inflasi antara lain penetapan regulasi HET untuk beras, gula pasir, minyak goreng dan daging sapi beku. Khusus untuk HET beras, besarannya ditetapkan sesuai dengan wilayah dan jenis beras.

Kementerian Perdagangan juga mewajibkan para pelaku usaha untuk melaporkan ketersediaan stok di gudang secara transparan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, inflasi pada 2017 mengalami kenaikan.

Pada 2016 laju inflasi tercatat sebesar 3,02 persen, sementara pada 2015 sebesar 3,35 persen. Pada 2017, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,26 persen dengan andil sebesar 0,25 persen.

Inflasi yang lebih tinggi dibandingkan 2015 dan 2016 tersebut disebabkan oleh langkah pemerintah untuk menaikkan tarif listrik pelanggan rumah tangga golongan 900 volt ampere.

Selain itu juga disebabkan kenaikan biaya perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Kenaikan tarif listrik tersebut memberikan andil sebesar 0,81 persen, biaya perpanjangan STNK sebesar 0,24 persen. Sementara untuk komoditas ikan segar memberi andil 0,2 persen, beras 0,16 persen dan telur ayam ras sebesar 0,1 persen.

Enggartiasto mengatakan, meski tingkat inflasi tahunan tersebut mengalami kenaikan, namun masih dalam batasan yang bisa diterima oleh pemerintah.

Dengan terjaganya tingkat inflasi tersebut, maka daya beli masyarakat akan tetap terjaga.

“Tahun 2018 kami akan lebih ketat lagi untuk mengendalikan, kami tidak akan membiarkan harga naik berlebihan,” ujar Enggartiasto. [celebesnews.id]

Penulis : Ajie

Comments are closed.

Check Also

AS Tidak Perang Dagang dengan Indonesia

JAKARTA – Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) D…