Home KABUPATEN KABUPATEN MINAHASA UTARA Kapal Layar Bersejarah Berusia 500 Tahun, Ocean Mapping Exhibition Tiba di Minut

Kapal Layar Bersejarah Berusia 500 Tahun, Ocean Mapping Exhibition Tiba di Minut

0
0
2,526

Minut, Kapal layar Ocean Mapping Exhibition berlabuh di perairan Sulut tepatnya di pelabuhan Munte Likupang Kabupaten Minahasa Utara, setelah sebelumnya sandar di Vinamo Papua New Guinea.

CELEBES NEWS – Sebelum melego jangkar di pelabuhan Munte Likupang Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (21/11/2017), kapal sarat nilai sejarah yang dibuat pria Portugis Ferdinand Magellan 500 tahun lalu ini memasuki perairan Indonesia pada awal Oktober 2017 melalui Jayapura, berlanjut ke pelabuhan Biak, Sorong, Ternate, dan kini Likupang Minut.

Kedatangan kapal yang di nahkodai Kapten Mr Pietro Godenzi di dermaga Munte Likupang Minut mendapat sambutan dari pemerintah kabupaten Minut yang diwakili Kadis Pariwisata Minut Theodora Luntungan dengan suguhan tarian Kabasaran.

Saat bersamaan hadir pula Konsulat Switzerland di Indonesia Timur, Julia Pupella.

Dikesempatan itu, Pupella menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan keramah tamahan pemerintah setempat saat menerima kehadiran kapal layar Ocean Mapping Exhibition.

“Atas nama Duta besar Switzerland di Jakarta, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan kedatangan kapal layar bersejarah Swiss,” ucapnya.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Minut Theodora Luntungan mengucapkan hal yang sama.

“Ibu Bupati meminta maaf tidak dapat menyambut langsung kedatangan kapal layar Ocean Mapping Exhibition. Harapannya, kiranya seluruh kru kapal dapat menuntaskan tugas expedisinya dengan baik,” tutur Luntungan.

Pada kesempatan itu, Kapten kapal Mr Pietro Godenzi menjelaskan kehadiran mereka di sini akan berlangsung beberapa hari kedepan.

“Tugas kapal ini intinya untuk mengamati, memahami dan memetakan keadaan laut serta penelitian rute pelayaran. Usai dari Minut, kapal akan berlanjut ke Surigao Philipina,” jelas Godenzi.

Perlu diketahui, sejak dibuat Ferdinand Magellan 500 tahun lalu, Kapal layar dengan panjang 33 meter memiliki peran sebagai kapal penjelajah dan telah beberapa kali mengalami perbaikan.

Dalam sejarahnya, kapal layar Ocean Mapping Exhibition ini pula pernah terlibat dalam dunia perang ke II hingga sebagian badan kapal rusak. Setelah mengalami perbaikan, kapal layar Ocean Mapping Exhibition pun berlayar sebagaimana fungsinya.

Setelah menjelajah belahan dunia, kembali lagi di tahun 2013 kapal layar Ocean Mapping Exhibition mengalami reproduksi. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

  • Rumumpe Pimpin Gerindra Minahasa Utara

    Shintya G Rumumpe memimpin Partai Gerindra Minahasa Utara dan dilantik Ketua DPD Geri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Rumumpe Pimpin Gerindra Minahasa Utara

Shintya G Rumumpe memimpin Partai Gerindra Minahasa Utara dan dilantik Ketua DPD Geri…