Home CAKRAWALA HUKUM RM Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Pemecah Ombak Likupang

RM Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Pemecah Ombak Likupang

0
0
3,890

Manado, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) kembali menetapkan 1 lagi Tersangka dugaan korupsi proyek Pemecah Ombak Likupang.

CELEBES NEWS – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) kembali melakukan pemeriksaan terhadap Saksi Korupsi proyek pemecah ombak Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu (15/11/2017) siang tadi.

Setelah melakukan pemeriksaan sejak siang tadi, akhirnya Robby alias RM ditetapkan sebagai Tersangka.

“Sejak siang tadi kita lakukan pemeriksaan. Robby alias RM selaku Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, pelaksana pekerjaan proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara ditetapkan sebagai Tersangka. Penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP,” jelas Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulut Muhammad Rawi, SH, MH, Rabu (15/11/2017) beberapa saat yang lalu.

Senada, Penyidik Kejati Sulut, Lukman Efendy, SH ke sejumlah awak media mengakui pihaknya telah melakukan penahanan terhadap 1 lagi Tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pemecah Ombak.

“Robby alias RM kita tetapkan Tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang telah merugikan negara senilai Rp 8,8 miliar. RM selaku Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, pelaksana pekerjaan. Penahanan dilakukan untuk selama 20 (dua puluh) hari yaitu terhitung sejak hari ini sampai dengan tanggal 4 Desember 2017 di Lapas Kelas IIa Malendeng Manado,” jelas Lukman.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, tandas Lukman.

Diketahui, kasus ini bergulir di Kejati Sulut saat LSM MJKS (Masyarakat Jaring Koruptor Sulut) pada September 2016 melaporkan terjadi dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak yang dibangun di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Proyek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara TA. 2016 ini bernilai Rp 15 miliar.

Mengacu pada Perpres Nomor 4 Tahun 2015, proyek senilai Rp 15 miliar ini harus melalui proses lelang, namun BPBD Kabupaten Minahasa Utara justru hanya melakukan penunjukan langsung.

Beberapa minggu lalu, Kejati Sulut telah menetapkan SHS sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan RT yang saat ini menjabat Kadis Kesehatan Minut dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, yang saat proyek berbandrol Rp 15 miliar ini mulai dikerjakan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). [CELEBESNEWS.ID]

Penulis : Simon Siagian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Polri Membantah Tudingan Barter SP3 Habib Rizieq dengan Sukmawati

JAKARTA – Polri menyebut keluarnya keputusan menghentikan kasus chat porno Rizieq da…