Home CAKRAWALA HUKUM Jaksa Agung: Korupsi Semakin Merajalela dan Menggurita

Jaksa Agung: Korupsi Semakin Merajalela dan Menggurita

0
0
2,336

Jakarta, Korupsi bertransformasi bukan lagi menjadi sekadar kejahatan yang lazim disebut kejahatan kerah putih yang semula dikenal dilakukan di kalangan terdidik dan golongan elite penguasa saja. Namun, saat ini sudah berkembang menjadi kejahatan korporasi berjamaah bahkan lintas Negara.

CELEBES NEWS – Kejahatan yang dihadapi Bangsa Indonesia saat ini sudah semakin berkembang seperti korporasi, berjamaah bahkan sampai lintas negara.

Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan, masalah yang sedang dan masih dihadapi Pemerintah Indonesia adalah beberapa jenis tindak pidana dan kejahatan yang tumbuh sedemikian masif dan agresif dan sangat memprihatinkan berkenaan kejahatan serius seperti korupsi yang ternyata cenderung semakin merajalela dan menggurita.

“Bahkan korupsi bertransformasi bukan lagi menjadi sekadar kejahatan yang lazim disebut kejahatan kerah putih yang semula dikenal dilakukan di kalangan terdidik dan golongan elite penguasa saja. Namun, saat ini sudah berkembang menjadi kejahatan korporasi berjamaah bahkan lintas negara,” kata HM Prasetyo dalam sambutan pelantikan pejabat eselon I Kejaksaan RI di Jakarta, Rabu (15/11/2017).
Presetyo mengatakan, menjadi sebuah ironi ketika abdi negara yang seharusnya mendharmabaktikan waktu, tenaga, pikiran dan kemampuannya untuk kepentingan rakyat, namun sebaliknya justru telah menyengsarakan karena mencuri uang rakyat.

Dia menuturkan, saat ini berbagai bentuk penyelewengan terjadi tidak hanya di tingkat pusat, tetapi telah menyebar dan menjalar sampai ke daerah. Bahkan sampai ke pelosok desa seiring dengan sistem desentralisasi dan kebijakan penyaluran dana desa yang dicanangkan pemerintah yang sesungguhnya dimaksudkan guna mempercepat pemerataan pembangunan.

“Belakangan ini kita juga dihadapkan dengan aksi Kelompok Kriminal Bersenjata serta munculnya berbagai paham, pemikiran, dan gerakan yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila dan UUD NRI 1945 yang bertentangan dan tidak selaras dengan semangat kebhinekaan, yang semua itu harus segera ditangani dengan cepat dan tepat guna merawat kehidupan berdemokrasi dan tetap menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.

Begitupula menjelang ambang tahun politik dengan akan diselenggarakannya Pilkada serentak tahap ketiga, Pemilihan Umum Legislatif, dan Pemilihan Presiden dan Wapres yang juga dilakukan bersamaan telah menghadirkan dinamika dan suhu politik yang mulai memanas, “unpredictable”, sulit dibaca dan diperkirakan, karena beragamnya muatan kepentingan yang tidak jarang memicu timbulnya kegaduhan yang dapat mengarah terjadinya konflik horizontal dari mereka yang tidak siap menerima kekalahan, memaksakan kehendak yang pada akhirnya bermuara pada persoalan hukum.

Ia menyatakan seluruh permasalahan dimaksud menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama, sebab bukan tidak mungkin kondisi sedemikian akan memicu timbulnya berbagai persoalan baik di bidang ekonomi, politik, keamanan, dan ketertiban, serta persoalan sosial lainnya.

“Oleh sebab itu bagi kita, sekali lagi, penegakan hukum yang konsisten, tegas, serius dan sungguh-sungguh namun tetap terukur, akan menjadi salah satu jawabannya,” tambahnya.

Jaksa Agung melantik Arminsyah yang sebagai Wakil Jaksa Agung setelah sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).

Selain itu dilantik pula Adi Toegarisman yang sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus). Sedangkan posisi JAM Intel digantikan oleh Jan Samuel Maringka yang sebelumnya mejabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) diisi oleh Loeke Larasati Agoestina yang baru dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat. Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) dipegang oleh Muhammad Yusni yang sebelumnya mejabat sebagai Plt Kepala Badan Diklat (Badiklat) Kejaksaan RI.

Setia Untung Arimuladi yang baru dilantik sebagai Sekretaris JAM Intel diangkat menjadi Kepala Badiklat Kejaksaan RI, selanjutnya Agus Riswanto diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Intelijen Kejagung dan Feri Wibisono, Staf Ahli Bidang Pembinaan Kejagung, serta Sudung Situmorang menjadi staf ahli Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung. [Celebesnews]

Penulis: Ralian

Save

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Besuk Suami di Rutan Polda, PNS Mabes Polri Ditangkap Bawa Sabu 7 Gram

JAKARTA, Barang bukti yang kami sita yakni tujuh paket plastik kecil yang diduga kuat nark…