Home KAWANUA KAWANUA MANADO Urai Kemacetan Manado, Ini Solusi Kadishub Kota Manado Didepan Wartawan

Urai Kemacetan Manado, Ini Solusi Kadishub Kota Manado Didepan Wartawan

0
0
4,824

Manado, Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado, M. Sofyan, AP, M.Si mengundang sejumlah wartawan ke kantornya untuk mencari solusi dan mensosialisasikan program Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mengurai kemacetan lalulintas.

CELEBESNEWS – Kemacetan lalulintas di Kota Manado akhir-akhir ini menjadi topik hangat perbincangan warga. Polemik lalulintas yang berimplikasi pada sendi-sendi perekonomian warga kota ini pun mendapat perhatian khusus dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado.

Melalui Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), M. Sofyan, AP, M.Si, Pemkot Manado akan menerapkan beberapa kebijakan dan penyediaan infrastruktur.

“Untuk mengurai kemacetan lalin di beberapa titik di kota Manado, untuk jangka pendek ini kami akan melakukan pembatasan akses keluar dan masuk ke dan dari kawasan pusat perbelanjaan, seperti di Bahu Mall, Mantos, IT Center dan Megamas. Selain itu, pengawasan parkir ditempat-tempat yang tidak diperbolehkan akan semakin diperketat,” beber Sofyan dikantornya Senin (13/11/2017) siang tadi selain sistem 50:50 dan sistem genap ganjil yang hingga kini masih dipertimbangkan.

Analisis Dampak Lalulintas (Andalalin) beberapa tempat usaha juga akan ditinjau kembali. Pembuatan jembatan penyeberangan orang (JPO) di beberapa lokasi, seperti di depan Mega Mall dan IT Center pun diprogramkan Dishub Kota Manado.

“Manajemen dan rekayasa lalulintas secara tepat pun akan dilakukan di beberapa ruas jalan untuk mengurai kemacetan. Untuk ambulance juga akan dibuatkan jalur khusus. Sistem Angkutan Kota Shuttle Bus Parkir Tol (ASPOL)  pun akan diterapkan. Rute baru akan kita buat juga dengan dibangunnya terminal di Kali Mas,” bebernya.

Didepan para awak media, Sofyan juga membeberkan jumlah kenderaan yang saat ini beroperasi di kota Manado. Dari angka ini, pihak Dishub bersama Forum Lalulintas mengakui, perkembangan jalan saat ini tidak bisa mengimbangi pertumbuhan kenderaan di Kota Manado.

Data Dishub Manado, saat ini ada 562.473 kenderaan yang beroperasi di kota Manado, diantaranya ; roda empat (R4) plat hitam 114.364 unit, R4 kenderaan dinas (Kendis) 2.780 unit, R4 plat kuning 6.083 unit, total 123.227 unit. Untuk kenderaan roda dua (R2) plat hitam 433.424 unit dan R2 kendis 5.822 unit, total 439.246 unit. Jumlah ini belum lagi ditambah dengan kenderaan R4 berbasis aplikasi online yang diperkirakan kurang lebih 8.000 unit.

Menurut Sofyan, angka ini tidak seimbang dengan jalan yang tersedia di Kota Manado, dengan perincian ; panjang jalan nasional hanya 53,070 Km dengan lebar rata-rata 6 -12 meter, panjang jalan propinsi 52,816 Km dengan lebar rata-rata 6-10 Km dan jalan Kota 616,010 Km dengan lebar hanya 3-10 Km. Ia juga mengungkap jumlah angkot yang ada saat ini 2.509 unit yang terbagi dalam 17 trayek, dimana 10 trayek diantaranya saling bersinggungan di pusat kota.

Selain itu menurut Sofyan, munculnya bangunan tempat-tempat usaha baru disepanjang jalan utama maupun perubahan fungsi bangunan tanpa kajian Andalalin menyebabkan kenderaan yang masuk dan keluar tidak tertata serta parkir yang sembarangan.

“Load factor angkot menurun hingga 50% yang menimbulkan lokasi pengeteman diberbagai tempat. Banyaknya PKL yang memanfaat trotoar untuk menggelar usahanya membuat pejalan kaki menggunakan bahu jalan,” ungkap Sofyan lagi seraya mennyiratkan pertumbuhan angkutan umum berbasis online dan penegakan hukum yang lemah menjadi masalah khusus yang menyebakan kemacetan.

Budaya berlalulintas masyarakat yang masih rendah dan cenderung melanggar aturan lalulintas juga menjadi permasalahan umum penyebab kemacetan Lalin Kota Manado.

Sofyan yang di dampingi tim Forum Lalulintas Kota Manado juga meminta beberapa masukan dari para awak media terkait program mengurai kemacetan kota Manado.

Mendapat kesempatan, wartawan Celebesnews.id memberikan usulan diperpanjangannya rute tempuh angkot, dengan membagi wilayah-wilayah yang akan dilintasi.

“Ada baiknya, rute tempuh angkot diperpanjang, misalanya dari Malalayang ke Bandara Mapanget tapi harus diatur wilayah-wilayah yang akan dilalui serta diterapkan kenaikan biaya ongkos per estafetnya. Solusi lainnya, jangan bangun jalan, tapi perluas dan tata trotoar senyaman mungkin dan disediakan bus besar untuk melintasi jalan nasional dan propinsi,” saran Celebesnews.

Saran lainnya muncul dari beberapa wartawan online dan cetak yang meminta perilaku dan etika para pengendara angkot lebih diperhatikan.

Menanggapi saran pewarta, Taufik Tumbelaka dan Reiner Ointoe dari Forum Lalulintas menyambut baik saran dan pendapat dari para pewarta online dan cetak yang hadir.

Diakhir pertemuan, Sofyan berjanji akan membawa saran dan masukan dari para awak media ke pertemuan forum lalulintas bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado.

Sofyan juga berjanji akan sering menggelar kegiatan serupa dikemudian hari. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Gelar Job Fair, Disnaker Sediakan 2118 Lowker

MANADO, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Manado menggelar Job Fair sehari dengan meny…