Home PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Lapas Tanjung Ikuti Pelatihan Pengembangan Usaha Kain Sasirangan

Lapas Tanjung Ikuti Pelatihan Pengembangan Usaha Kain Sasirangan

0
0
2,480

Tanjung,  Dengan bekal keterampilan yang diperoleh selama di lembaga permasyarakatan warga binaan bisa kembali ke masyarakat dan hidup mandiri.

CELEBES NEWS – Mendukung program kemandirian warga binaan, sebanyak 17 warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas III Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan pengembangan usaha kain sasirangan yang dilaksanakan PT Adaro Indonesia.

Kepala Lapas Klas III Tanjung Herliyadi di Tanjung, Senin (13/11/2017) mengatakan, dengan bekal keterampilan yang diperoleh selama di lembaga permasyarakatan warga binaan bisa kembali ke masyarakat dan hidup mandiri.

Herliyadi  menuturkan, di Lapas Klas III Tanjung sendiri juga telah dilaksanakan pelatihan pertukangan kayu dan las sebagai bentuk pembinaan dan peningkatan keterampilan para penghuni Lapas.

Sebagai instruktur pembuatan kain sasirangan dari Kelompok Bina Desa Maburai Sasirangan Bunda yang juga menjadi binaan PT Adaro Indonesia.

“Pelatihan juga diikuti tiga petugas lapas dengan tujuan untuk bisa meneruskan keterampilan membuat kain khas Banjar ini kepada warga binaan lainnya,”ujar Herliyadi.

Pelatihan pengembangan usaha sasirangan khas Lapas ini dilaksanakan selama 10 hari mulai hari ini mencakup tiga tahapan berupa dinamika kelompok, tes kemampuan dan teknis pembuatan kain sasirangan.
Kepala Seksi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Adaro Indonesia Yuri Budhi Sujalmi mengatakan melalui program tanggung jawab sosial Adaro ingin warga binaan bisa punya keterampilan sehingga jadi bekal setelah keluar dari Lapas.

“Sebelumnya Adaro membeli 200 kerajinan rotan hasil karya warga binaan dan tahun ini melului dana CSR dukung pelatihan pengembangan kain sasirangan,” jelas Yuri.

Di hadapan para warga binaan peserta pelatihan Yuri menyampaikan meski berada di tempat yang terbatas bukan halangan untuk membuat kreatifitas.

Selanjutnya Kepala Divisi Kemasyarakatan Kemenkum HAM Provinsi Kalsel Anas Syaiful Anwar mengatakan pembinaan bagi penghuni Lapas kadang terkendala keterbatasan dana karena itu dukungan pihak ketiga sangat dibutuhkan.

“Sejumlah hasil kerajinan warga binaan di beberapa lapas bahkan bisa dipasarkan hingga ke luar negeri dan ini satu bukti keberhasilan program pembinaan bagi narapidana,” jelas Anas. [Celebesnews]

Penulis: Kristanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Festival Musik Rock Perebutkan Piala Gubernur dimeriahkan Nicky Astria, Grass Rock, TRIAD

KaliBANJARMASIN, Gubernur Kalimantan Selatan H Sabirin Noor yang biasa disapa Paman Birin,…