Home CAKRAWALA Kukuhkan 2 Guru Besar, Unhas Menghasilkan Guru Besar Tertinggi di Indonesia Tahun 2017

Kukuhkan 2 Guru Besar, Unhas Menghasilkan Guru Besar Tertinggi di Indonesia Tahun 2017

0
0
2,431

Makassar, Universitas Hasanuddin kembali menggelar prosesi pengukuhan guru besar di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, yaitu Prof. Dr. Faisal Abdullah , S.H., M.Si., DFM., sebagai guru besar di bidang Sistem Ketatanegaraan Indonesia Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Ir. H. Syafruddin Syarif, M.T., sebagai guru besar bidang Sistem Operasi Komputer Fakultas Teknik.Selasa 14/11/2017.

CELEBES NEWS – Dengan pengukuhan kedua profesor ini, total jumlah penerima jabatan guru besar di Unhas sebanyak 372 orang.

Sebelum acara penandatanganan penerimaan jabatan guru besar dimulai, kedua profesor tersebut membawakan pidato ilmiah sesuai bidang keahlian masing-masing. Prof. Faisal Abdullah mengangkat tema pidato dengan judul “Eksistensi Hak Angket dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia”.  Sementara Prof. Syafruddin Syarif membawakan judul “Peranan Sistem Operasi Mobile terhadap Efektifitas Komunikasi yang Dinamis”.

Dalam pidatonya, Profesor Faisal Abdullah mengatakan bahwa penggunaan hak angket DPR merupakan bentuk mekanisme checks and balances antara lembaga negara yang satu dengan yang lain.  Namun penggunaan hak angket tersebut harus tetap mematuhi ketentuan peraturan undang-undang yang berlaku. “Hak angket DPR terhadap KPK tidak memiliki dasar hukum, yang berarti tidak diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga apabila terus dipaksakan maka penggunaan angket tersebut bukan hak konstitusi atau hak hukum, tetapi hak kekuasaan yang tentu bertentangan dengan hukum,” kata Professor Faisal.

Sementara itu, Profesor Syafruddin Syarif mengatakan bahwa sistem operasi mobile merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pemanfaatan handphone atau smartphone bagi dunia pendidikan dan keluarga yang dapat bekerja secara multitasking dan dapat digunakan untuk berkomunikasi, mobile-learning, internet dan system pengendalian perangkat elektronik. Dalan pidatonya, Syafruddin merekomendasikan pemerintah agar dapat membuat coding sistem operasi mobile sendiri yang dihasilkan dari CoT JK Center Fakultas Teknik Unhas.

Acara penerimaan jabatan guru besar ini dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, para Dewan Profesor, Ketua dan Anggota Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para dekan dan ketua departemen di lingkungan Unhas, serta para tamu undangan eksternal.

Dalam sambutannya, Rektor Dwia menyambut bahagia dan berbangga dengan acara pengukuhan kedua guru besar ini.  Prosesi ini semakin menegaskan bahwa Unhas pada tahun 2017 ini adalah perguruan tinggi di Indonesia yang paling banyak menghasilkan jabatan akademik profesor, yaitu sebanyak 20 guru besar. “Alhamdulillah, dengan sistem pengelolaan (administrasi akademik) yang terbaru, dalam tahun ini kita menghasilkan 20 guru besar yang tertinggi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” ucap rektor dalam sambutan singkatnya di sesi akhir acara penerimaan sekaligus pengukuhan guru besar tersebut. [Celebesnews]

Penulis : Ishaq R/Dedy Hasta
Editor : Az- Zahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kampus Harus Persiapkan Program Studi Baru Penunjang Revolusi Industri 4.0

JAKARTA – Anggota FRI, Asep Saifuddin : “Harus ada deregulasi karena saat ini …