Home CAKRAWALA MANCANEGARA DK PBB Kritik Myanmar Tangani Pengungsi Rohingnya, Suu Kyi: Ini Melukai Dua Pihak

DK PBB Kritik Myanmar Tangani Pengungsi Rohingnya, Suu Kyi: Ini Melukai Dua Pihak

0
0
2,171

Yangon, Penanganan Rohingnya hanya bisa ditangani dwipihak, Myanmar dan Bangladesh. Pernyataan DK PBB sangat melukai perundingan tersebut.

CELEBES NEWS – Pemimpin Myanmar Aung Sang Suu Kyi, menyampaikan bahwa pernyataan Dewan Keamanan PBB mengenai bencana pengungsi Rohingya dapat sangat membahayakan pembicaraannya dengan Bangladesh untuk memulangkan lebih dari 600.000 orang, yang lari dari Myanmar.

Dalam pernyataan pada Senin (6/11) lalu, Dewan Keamanan mendesak Myanmar memastikan tidak menggunakan kekuatan militer secara berlebihan serta menyatakan keprihatinan penuh atas laporan pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan di negara bagian Rakhine.

Menanggapi pernyataan Dewan Keamanan PBB, Suu Kyi memberikan tanggapan dengan mengatakan bahwa masalah Myanmar dan Bangladesh hanya dapat diselesaikan secara dwipihak, yang diabaikan dalam pernyataan Dewan Keamanan itu.

“Selanjutnya, pernyataan presiden (Dewan Keamanan) berpeluang dan sangat melukai perundingan dwipihak, yang telah berjalan lancar dan cepat,” kata kantor Suu Kyi dalam pernyataan.

Perundingan dengan Bangladesh terus berlanjut, katanya, dan Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali telah diundang ke Myanmar pada 16-17 November.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dijadwalkan mengunjungi Myanmar sehari sebelumnya, pada 15 November, dengan langkah-langkah yang sedang terjadi di Washington untuk membawa sebuah undang-undang untuk memberikan sanksi kepada Myanmar.

Dengan melihat ke China, Myanmar mengatakan bahwa pihaknya menghargai pendirian yang diambil oleh beberapa anggota Dewan Keamanan yang menerapkan prinsip campur tangan pada urusan dalam negeri negara-negara berdaulat.

Untuk menenangkan kekuatan dewan hak veto Rusia dan China, Inggris dan Prancis menjatuhkan sebuah dorongan kepada Dewan Keamanan untuk mengadopsi resolusi mengenai situasi tersebut dan badan beranggota 15 orang tersebut dengan suara bulat menyetujui sebuah pernyataan resmi.

PBB telah mengecam kekerasan yang sudah berlangsung 10 minggu terakhir itu sebagai contoh klasik pembersihan etnis untuk mengusir Muslim Rohingya dari mayoritas umat Buddha Myanmar.

Militer mengatakan operasi melawan pemberontakan yang mereka lakukan dipicu oleh serangan tersinkronisasi militan Rohingya terhadap 30 pos keamanan di bagian utara Negara Bagian Rakhine pada 25 Agustus.

Pengungsi Rohingya mengatakan bahwa militer membakar desa mereka, namun militer mengatakan bahwa pembakar itu adalah petempur Rohingya. Pengungsi memberikan laporan mengerikan tentang pemerkosaan dan pembunuhan. Myanmar mengatakan tuduhan tersebut harus diselidiki. [Celebesnews]

Penulis: Antara/Ralian

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Asean-China akan Umumkan Permulaan Perundingan COC LCS

Manila, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong percepatan proses pembahasa…