Home CAKRAWALA HUKUM Donald Dijerat Pencemaran Nama Baik, Aiman: Ini Karya Jurnalistik Tidak Pas Dilaporkan ke Polisi

Donald Dijerat Pencemaran Nama Baik, Aiman: Ini Karya Jurnalistik Tidak Pas Dilaporkan ke Polisi

0
0
3,089

Jakarta, Semestinya, bila terjadi keberatan dalam pemberitaan dengan pernyataan salah seorang nara sumber maka selayaknya dilaporkan  ke Dewan Pers.Bukan ke Polda Metro Jaya. Bahkan Donald Fariz tidak menyebut nama Aris Budiman.

CELEBES NEWS – Presenter Kompas TV Aiman Witjaksono menyayangkan bila produk jurnalistik berakhir diranah hukum pidana, menurutnya tidak tepat bila aktivis anti korupsi dari Indonesia Corruption Wacht (ICW) Donald Fariz dijadikan nara sumber dalam karya jurnalistik dilaporkan ke kantor polisi.

Aiman menyayangkan laporan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigadir Jenderal Pol. Aris Budiman melaporkan Donald Fariz ke Polda Metro Jaya.

“Saya mendasari kasus ini pada Undang-Undang No 40 tahun 1999 Tentang Pers,” ungkap Aiman.

Semestinya, bila terjadi keberatan dalam pemberitaan dengan pernyataan salah seorang nara sumber maka selayaknya dilaporkan  ke Dewan Pers. Alasannya, berdasarkan Undang-Undang Jurnalistik peliputan jurnalistik bila terjadi keberatan atas pemberitaan maka dilaporkan ke Dewan Pers.

“Itu merupakan produk jurnalistik yang tidak semestinya melalui proses hukum. Dengan kata lain diselesaikan melalui Dewan Pers,” ujar Aiman, di Polda Metro Jaya, Rabu (11/10/2017).

Seusai dipanggil ke Polda Metri Jaya. Aiman mengaku, dirinya dipanggil sebagai saksi atas program yang ditangani berbincang bersama dengan aktivis ICW itu. Dia memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sekitar Pukul 10.20 WIB.

“Saya datang sebagai saksi untuk memenuhi kewajiban saya sebagai warga negara,” ujar Aiman.

Bahkan, Aiman menyatakan Donald Fariz tidak menyebut nama Aris Budiman pada wawancara eksklusif di acaranya.

“Tidak ada satupun nama yang disebutkan oleh Donald Fariz saat wawancara dengan saya. Tidak ada penyebutan nama (Aris Budiman),” tegasnya.

Lebih lanjut, Aiman menuturkan pernyataan yang disampaikan Donald Fariz sudah diputar secara lengkap di sidang pengadilan Tipikor. Yakni terkait dengan pernyataan salah satu tersangka e-KTP Miryam S Haryani, eks politisi Partai Hanura.

Aiman mengatakan, ada permintaan tayangan itu diputar untuk mencari   pernyataan ada pertemuan Penyidik dari KPK dengan anggota DPR.

Selain Aiman, Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi menerima surat panggilan sebagai saksi dari penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan yang sama.

Celebesnews.id – Aktivis ICW Donald Fariz dilaporkan Aris Budiman ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baik. | Foto:Istimewa

Sebenarnya, Aiman sudah pernah dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi bersama dengan seorang jurnalis senior lain, yakni Rosiana Silalahi pada Jumat 29 September 2017 lalu. Namun saat itu keduanya tidak bisa hadir karena ada halangan.

Diketahui, Aiman diperiksa sebagai saksi dalam laporan nomor LP/4219/IX/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 5 September 2017. Laporan itu dilayangkan Aris atas wawancara eksklusif di acara Aiman Kompas TV dengan narasumber koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Donald Fariz.

Wawancara Aiman kepada Donald Fariz diduga melanggar Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah.

Sebelumnya, Aris Budiman melaporkan Koordinator Indonesia Coruption Watch (ICW) Donald Faridz yang dituduh mencemarkan nama baik saat diwawancara Aiman di Kompas TV.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan menegaskan laporan Aris Budiman itu ditujukan kepada narasumber wawancara Kompas TV.

Aris melaporkan isi pemberitaan tentang tuduhan menerima aliran dana Rp2 miliar dari tersangka dugaan kasus korupsi. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Presiden: Rp 3,55 Triliun Uang Negara Berhasil Diselematkan dari Koruptor

Jakarta, Sejak tahun 2004 sampai sekarang ada 12 gubernur yang ditangkap karena korupsi, 6…