Home CAKRAWALA Kekerasan Terhadap Wartawan, PWI Banyumas: Kapolres dan Bupati Harus Bertanggung Jawab

Kekerasan Terhadap Wartawan, PWI Banyumas: Kapolres dan Bupati Harus Bertanggung Jawab

0
0
2,248

Purwekerto, “Kami PWI Banyumas menyatakan,  mengutuk aksi kekerasan terhadap wartawan yang sedang meliput, dan meminta kepada pelaku tindak kekerasan terhadap wartawan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,”ujar Ketua PWI Banyumas Sigit Oediarto.

CELEBES NEWS – Kekerasan terhadap wartawan mendapat perhatianserius dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas, Jawa Tengah.  Aksi unjuk rasa pada Senin (9/10/2017) sejak pukul 10.00 WIB, Wartawan Banyumas yang terdiri dari berbagai media ( Televisi, Radio, Online dan Cetak), melakukan peliputan terhadap aksi dari komunitas
Selamatkan Slamet.

Aksi ini dimulai dari Kampus IAIN Purwokerto, hingga Alun-alun Purwokerto tepatnya di depan pintu gerbang Pendopo Sipanji atau Kantor Bupati Banyumas). Ratusan orang, dari berbagai elemen ini meminta agar Bupati Banyumas Achmad Husein untuk membuat surat rekomendasi, kepada Presiden RI Joko Widodo untuk menghentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturaden.

Dengan alasan menyebabkan kerusakan lingkungan, yang pada akhirnya berdampak kepada warga terutama pada pemanfaatan air bersih yang bersumber dari hutan Gunung Slamet. Karena dalam beberapa waktu, air mengalami keruh sehinga tidak bisa digunakan.

Aliansi Selamatkan Slamet, tidak ada kata sepakat dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, sehinga mereka bertahan di halaman Alun-alun Purwokerto, sebelah utara hingga Senin Malam. Sekitar pukul 22.00 WIB, aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan upaya untuk membubarkan masa yang bertahan dengan mendirikan tenda.

Pada saat melakukan pembubaran masa ini, dari keterangan wartawan yang meliput pembubaran ( Agus Wahyudi dan Dian Aprilianingrum dari Suara Merdeka, M Wahyu Setiya Putra dari Radar Banyumas, Aulia El Hakim dari Satelit Pos dan Darbe Tyas dari Metro TV).

Polisi menghalang-halangi, kerja wartawan dengan meminta untuk tidak mendokumentasikan proses pembubaran masa yang berada di tenda. Selain itu Darbe Tyas, dipukuli oleh oknum polisi dan Satpol PP sehingga mengalami luka. Kamera milik Darbe Tyas juga dirampas oleh oknum tersebut.

Padahal mereka berada di lokasi berlangsungnya aksi adalah dalam ranka melaksanakan tugas jurnalistik. Wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi oleh UNDANG NO. 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS.

“Atas kejadian yang menimpa jurnalis yang ada di Banyumas tersebut, kami PWI Banyumas menyatakan,  mengutuk aksi kekerasan terhadap wartawan yang sedang meliput, dan meminta kepada pelaku tindak kekerasan terhadap wartawan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,”ujar Ketua PWI Banyumas Sigit Oediarto,  didampingi Sekretaris PWI Ustad Mukorobin, dalam pernyataan sikapnya, Purwekerto, Selasa (10/10/2017).

Sigit melanjutkan, meminta kepada Kapolres Banyumas dan Bupati Banyumas, agar bisa mengembalikan sejumlah barang yang hilang dan menganti kerusakan yang ditimbulkan. [Celebesnews.id]

Penulis : Ralian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Inilah Pemenang Lomba Bahasa dan Sastra Indonesia Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Kotim

Sampit, Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Disdik Kotim)  dan Panitia Lomba Bahas…