Home CAKRAWALA Akibat Berita Hoax Gunung Ili Lewotolok Meletus, 723 Orang Mengungsi

Akibat Berita Hoax Gunung Ili Lewotolok Meletus, 723 Orang Mengungsi

0
0
2,754

NTT, Pasca gempa bumi beruntun berkekuatan 3,9 – 4,9 SR yang mengguncang Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10/10/2017), dengan pusat gempa di sekitar Gunung Ili Lewotolok, aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok tetap status Waspada (level 2).

CELEBES NEWS – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui rilisnya memastikan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik dan tidak ada letusan.

“Banyak berita palsu (hoax) yang memberitakan Gunung Ili Lewotolok meletus. Berita tersebut tidak benar. PVMBG menyatakan Gunung Ili Lewotolok tetap status Waspada sejak 7/10/2017 pukul 20:00 WITA,” jelas Sutopo, Selasa (10/10/2017).

Lebih lanjut Sutopo merincikan, BMKG mencatat terjadi lima kali gempa dengan guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat karena berpusat di darat pada kedalaman 10 – 30 kilometer, dan telah menimbulkan kepanikan masyarakat.

Gempa dirasakan kuat di Desa Lamabute, Desa Napasabok, Desa Lamawolo, dan Desa Waimatan Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata pada Selasa dini hari hingga sore hari pada Selasa (10/10/2017), tambahnya.

“Tidak ada korban jiwa dari gempa tersebut. Sebanyak 723 jiwa mengungsi ke beberapa tempat di Kecamatan Ile Ape,” katanya.

Sutopo merincikan, sebanyak 160 orang pengungsi dari Desa Waimatan mengungsi di Kantor Camat, 60 orang dari Desa Lamawolo mengungsi ke Lewoleba, dan 503 orang dari Desa Napasabok dan Desa Lamabute mengungsi di Kantor Camat Ile Ape dan Pustu Waipukang.

Data sementara yang dirilis BNPB, terdapat 5 rumah rusak karena tertimpa batuan dari lereng gunung dan akibat guncangan gempa. Hingga kini, BPBD Kabupaten Lembata    masih melakukan pendataan. BPBD bersama Polsek Lembata, Koramil 1624/03 Lembata Barat, PLAN Lembata, Forum PRB, Dinas PU dan Perhubungan, PMI Lembata, Dinas Sosial, dan BPMD, serta Yayasan Bina Sejahtera Lembata mendatangi lokasi terdampak gempa untuk melakukan pendataan serta evakuasi warga yang terdampak ke tempat yang aman. BPBD juga membangun tempat penampungan sementara dan memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan kepada BPBD.
Rampangilei juga menginstruksikan bantuan logistik dari BPBD Provinsi NTT dan BPBD sekitar Kabupaten Lembata dapat dikirimkan untuk membantu pengungsi.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang. Pemantauan aktivitas Gunung Ili Lewotolok dilakukan secara kontinyu dari Pos PGA di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape. Rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. “Seluruh pihak agar menjaga ketenangan suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya,” imbau Sutopo mengutip imbauan Rampangilei.

Gunung api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian 1423 meter di atas permukaan laut. Sejarah erupsi G. Ili Lewotolok pernah terjadi pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920. [ Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Teganya Anak Kecil Ini Ditinggalkan Pria Tak Dikenal

Jakarta – Saat ini petugas P3S telah membawa anak itu ke Panti Sosial Bina Insan Ban…