Home CAKRAWALA SOSIAL DAN BUDAYA Pesantren Tebuireng: Pemerintah Harus Memperhatikan Ekonomi Masyarakat Kecil

Pesantren Tebuireng: Pemerintah Harus Memperhatikan Ekonomi Masyarakat Kecil

0
0
1,605

Jombang, Membangun ekonomi masyarakat kecil adalah tugas bersama, dan Pemerintah harus sadar bahwa kegaduhan negara akibat radikalisme dan isu SARA salah satunya disebabkan ketimpangan sosial dan ekonomi.

CELEBES NEWS – Pemerintah dan masyarakat harus sadar bahwa kegaduhan negara akibat radikalisme dan isu SARA salah satunya disebabkan ketimpangan sosial dan ekonomi. Ada kepentingan elit dan kelompok yang bermain di tengah kecemasan masyarakat yang berlebihan dan ketimpangan ekonomi. Tugas bersama baik pesantren maupun gerakan mahasiswa seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) untuk membangun ekonomi masyarakat kecil.
Demikian dikemukakan H. Lukman Hakim, Mudir bidang Pondok, saat menerima rombongan GMKI, pada Kamis (05/10/2017) malam.

Pertemuan dengan Pengurus Pesantren dilaksanakan di Ruang Pertemuan Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 2, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Turut hadir perwakilan Pesantren Tebuireng lainnya, antara lain Kepala Pondok Putra, Ustadz Iskandar, Ustadz Ainur Rofiq dan Bapak Ustadz Roziqi sebagai perwakilan dari Madrasah Aliyah Salafiyyah Syafi’iyyah Tebuireng.

Lukman mengemukakan, toko waralaba atau toko modern semakin menjamur hingga desa-desa kecil. Akibatnya warung dan pasar tradisional masyarakat sudah semakin sepi dan tergeser.

“Kami berharap pemerintah dapat mengontrol munculnya fenomena tersebut, jika tidak, konflik dan kesenjangan akan semakin tajam,” ucap Lukman Hakim, dalam rilis yang diberikan PP GMKI kepada Celebesnews, Sabtu (7/10/2017) malam.

Ketua Umum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat, sepakat bahwa pemuda dan mahasiwa harus mengembangkan ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat yang terpinggirkan.

“Pemerintah juga harus membuat kebijakan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat ekonomi rendah. Pemerintah harus memikirkan bagaimana agar warung dan pasar tradisional dapat berkembang dan bersaing dengan toko modern, bukannya menyerahkannya pada mekanisme pasar,” ujar Sahat.

Dalam kunjungan ke Jombang, GMKI juga disambut oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang. Rombongan menginap di Rumah Ijo peninggalan Alm. KH. Yusuf Hasyim, yang pernah menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Kunjungan ke Pesantren Tebuireng menutup rangkaian Parade Kebangsaan GMKI ke beberapa Pesantren di Jawa Timur. Sebelumnya, GMKI bersilaturahmi ke Pondok Pesatren Ngalah Pasuruan, Pondok Pesantren Al Hikam Malang, dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. [©-Ril/Ral]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

BPS: Indeks Kebahagiaan Orang Indonesia di Masa Presiden Jokowi Meningkat

JAKARTA – Indeks kebahagiaan Indonesia mengalami peningkatan dari 68,28 pada 2014 me…