Home CAKRAWALA Peran Indonesia di ASEAN Sangat Penting

Peran Indonesia di ASEAN Sangat Penting

0
0
2,618

Jakarta, Jumlah penduduk Indonesia setengah jumlah penduduk Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia adalah wilayah terluas, karenanya memiliki peran penting.

CELEBES NEWS – Peran Indonesia dalam ASEAN sangat peting, karena organisasi di Asia Tenggara itu tidak akan berarti bila tanpa peran Indonesia. Selain jumlah penduduk Indonesia yang jumlahnya besar, disamping itu luas wilayahnya paling luas di Asia Tengggara.

“ASEAN tanpa Indonesia, sama saja tidak ada. Karena jumlah penduduk di Asia Tenggara itu jumlahnya 570 juta, dan sekitar 50 persen lebih adalah penduduk Indonesia,”ujar Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Yanyan Mochamad Yani, dalam Kuliah Umum, di Ruang Seminar Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2017).

Negara yang tergabung dalam ASEAN sebayak 10 negara, yakni Indonesia, Brunai, Myanmar, Laos, Philipina, Thailan, Malaysia, Brunai Darussalam, dan Vietnam.

Yanyan mengemukakan, kebijakan poltik Indonesia di Asia Tenggara terjadi perubahan ketika pergantian kepemimpinan nasional. “Potulat dari Presiden Sokarno hingga Presiden Joko Widodo berbeda, tapi peran politk luar negeri kita selama ini sangat diperhitungkan,” ujar Yanyan.

Celebesnews.id – Mahasiswa Universitas Kristen Indonesi (UKI) mendengar ceramah, di Ruang Seminar UKI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2017). | Foto : Celebesnews/Ral

Dia mengemukakan, Presiden Joko Widodo lebih memainkan peran politik luar negeri yang bersahabat di Asia tenggara, sebatas tidak menyinggung kepentingan nasional.

“Kalau di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni kebijakan politiknya adalah memperbanyak kawan, dan mengeliminir lawan. Sementara pak Jokowi memperbanyak kawan, tapi tidak mengabaikan kepentingan nasional yang lebih utama, ujarnya.

Itu dibuktikan, lanjut Yanyan, dengan ketegasan pemberantasan narkoba yang dilakukan selama ini, tanpa pandang bulu. Dia mencontohkan, warga negara asing yang tertangkap di Indonesia dalam mengedarkan narkoba dieksekusi mati.

“Pak Jokowi gak pandang bulu, selagi itu menyangkut kepentingan nasional. Bahkan, penenggelaman kapal yang mengambil ikan kita adalah karena mengganggu kepentingan nasional,”tandas Staf Ahli dalam Inteljen itu.

Menurutnya, perubahan dunia dengan berakhirnya perang dingin bukan berarti semua masalah selesai. Sebaliknya, Yanyan menuturkan. Perubahan dunia yang terjadi harus disingkapi kebijakan politik luar negeri yang berpihak untuk kepentingan nasional.

Disamping itu, pulau-pulau terluar Indonesia juga menjadi perhatian serius yang harus diperhatikan pemerintah, karena masalah perbatasan adalah menjadi masalah konflik yang terjadi dengan negara lain.

“Di daerah sekitar Riau sekarang ini Indonesia bersengketa dengan Cina. Mereka mengklaim daerah laut China Selatan, tapi di tengah perbatasan tersebut juga ada sekutu-sekutu Amerika yang bermain dalam menghadapi Cina,”ujar Yayan.

Dekan Fakultas Fisipol UKI Angel Damayanti mengatakan, kuliah umum ini dilakukan, agar mahasiswa UKI mampu memahami peran politik Indonesia yang berubah seiring pergantian kepemimpinan nasional.

“Mahasiswa mampu memahami apa yang terjadi dalam politik luar negeri, khususnya ASEA,”ujar Angel. [©-Ral]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

UI Raih Peringkat 23 Dunia Sebagai Kampus Terhijau

Depok, UI mengalami kenaikan, sebelumnya peringkat ke-31 sebagai kampus terhijau. …