Home CAKRAWALA SOSIAL DAN BUDAYA ASPEK: Kami Mengutuk Tindakan RS Mitra Keluarga Kalideres

ASPEK: Kami Mengutuk Tindakan RS Mitra Keluarga Kalideres

0
0
2,609

Jakarta – Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK), Mira Sumirat mengecam keras atau mengutuk tindakan RS Mitra Keluarga, di Kalideres, Jakarta Barat, yang diduga telah menelantarkan bayi bernama Tiara Debora, sehingga pasien itu meninggal dunia.

CELEBES NEWS – “Saya mengutuk keras Rumah Sakit Mitra Keluarga karena mengabaikan hak untuk memberikan pelayanan kepada pasien,” tegas Mira Sumirat kepada Antara di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Mira juga mengatakan tindakan yang dilakukan oleh RS Mitra Keluarga melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu, dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien atau meminta uang muka.

Mira menduga keras, pokok persoalan yang mengakibatkan RS. Mitra Keluarga, Kalideres tidak mau menangani kasus seperti bayi Debora adalah karena pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan. Selama ini, RS. Mitra Keluarga tidak mau bekerja sama dengan BPJS Kesehatan karena adanya sistem Indonesia Case Base Groups (INA CBGs) yaitu sistem yang mengakibatkan klinik dan rumah sakit swasta dibayar murah. .

“Jika tidak segera mengambil tindakan saya khawatir kasus bayi Debora akan terus terulang, apalagi mayoritas rumah sakit swasta terutama tipe A (seperti RS. Mitra Keluarga, Kalideres) tidak bekerja sama dengan pelayanan BPJS Kesehatan,” kata Mira.

Mira mengaku permasalahan seperti ini sering terjadi di kalangan buruh yang berpenghasilan rendah. Mereka tidak akan dilayani kalau tidak sanggup membayar sesuai aturan rumah sakit. Bahkan rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan belum tentu akan melayani.

Mira berharap tidak ada lagi kasus seperti meninggalnya bayi Debora.

“Cabut izin RS Mitra Keluarga, Kalideres sehingga mereka mau ganti rugi pasien keluarga Debora dan berhenti menelantarkan pasien peserta BPJS Kesehatan,” kata Mira.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengadakan pertemuan dengan pimpinan dari RS Mitra Keluarga. Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres Fransisca Dewi mengungkapkan akan mengembalikan uang senilai Rp5.000.000 yang sebelumnya digunakan oleh keluarga pasien sebagai uang muka untuk mendapatkan perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

Selain itu, pihak RS. Mitra Keluarga berjanji akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap seluruh pasien yang datang. Mereka (RS Mitra) berjanji untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, efektif dan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh RS Mitra Keluarga Kalideres melalui surat pernyataan yang ditulis ketika melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait peristiwa meninggalnya bayi berusia empat bulan bernama Tiara Debora.

“Apabila pihak rumah sakit terbukti melanggar, maka mereka siap menerima konsekuensi pencabutan izin rumah sakitnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto di Jakarta (11/9/2017).[©-ant/i501]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Mahasiswa Indonesia Menangkan Kompetisi Video UNESCO

Washington DC, Empat mahasiswa Indonesia belum lama ini berhasil memenangkan kompetisi vid…